Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:58:33 WIB
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

JAKARTA - Di tengah akselerasi hilirisasi mineral nasional, aspek keselamatan kerja kini bertransformasi dari sekadar kewajiban administratif menjadi pilar utama daya saing industri global. Sebuah smelter nikel tidak hanya dinilai dari kapasitas produksinya, tetapi juga dari kemampuannya melindungi aset paling berharga: sumber daya manusia. Dalam masa transisi krusial menuju operasional penuh, integritas sistem keselamatan menjadi penentu apakah sebuah perusahaan mampu mempertahankan keberlanjutan bisnisnya di tengah risiko industri berat yang kompleks.

PT Mitra Murni Perkasa (MMP) memperkuat sistem pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi utama transisi menuju fase operasi komersial smelter nikel yang berkelanjutan. Anak usaha MMS Group Indonesia ini berkomitmen membangun ekosistem kerja yang profesional dan kolaboratif guna mendukung produktivitas industri nasional yang bertanggung jawab. Dengan langkah ini, MMP ingin membuktikan bahwa efisiensi operasional dan keselamatan pekerja adalah dua hal yang berjalan beriringan.

Investasi Jangka Panjang: K3 Sebagai Budaya Perusahaan

Bagi manajemen, penguatan K3 merupakan bagian dari strategi manajemen risiko yang mendalam. Kesiapan mental dan teknis pekerja menjadi fokus utama dalam menghadapi fase operasi komersial yang menuntut ketelitian tinggi.

"Bagi MMP, K3 bukan hanya kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan operasi smelter. Penguatan training, prosedur kerja, hingga sistem emergency response merupakan bagian dari langkah terukur kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing," ujar Division Head Operation MMP, Totok Risdianto seperti dikutip, Kamis. Melalui pelatihan yang konsisten, perusahaan memastikan setiap individu di lapangan memiliki pemahaman yang sama terhadap potensi bahaya di area smelter.

Catatan Gemilang 2025: Rekor 10 Juta Jam Kerja Aman

Keberhasilan sebuah sistem K3 paling akurat diukur melalui data riil di lapangan. Sepanjang tahun lalu, MMP telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa dalam menjaga keselamatan ribuan personelnya, meski berada dalam lingkungan kerja dengan risiko tinggi.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan prestasi signifikan dengan mempertahankan status Zero Fatality di seluruh area operasional. MMP berhasil membukukan lebih dari 10 juta jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI), meski melibatkan rata-rata 3.000 pekerja dan mitra kerja. Capaian ini menjadi bukti konsistensi penerapan standar keselamatan yang disiplin dan pengawasan operasional yang ketat. Angka 10 juta jam kerja aman tersebut mencerminkan efektivitas pengawasan yang dilakukan siang dan malam di area proyek.

Kepemimpinan Keselamatan di Momentum Bulan K3 Nasional

Mencapai angka jam kerja aman yang besar bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Totok menambahkan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat safety leadership di seluruh lini operasional. Pemimpin di setiap level diharapkan menjadi teladan utama dalam menjalankan protokol keselamatan tanpa kompromi.

Menurutnya, Bulan K3 Nasional yang berlangsung hingga 12 Februari 2026 menjadi momentum pengingat bahwa setiap individu memiliki peran krusial untuk memastikan seluruh prosedur berjalan dengan andal dan aman. Kesadaran kolektif ini dibangun agar keselamatan tidak lagi dianggap sebagai beban instruksi, melainkan kebutuhan dasar setiap pekerja sebelum memulai aktivitasnya.

Fasilitas Medis dan Mitigasi Risiko Darurat 24 Jam

Sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan kondisi tak terduga, MMP menginvestasikan sumber daya yang signifikan pada infrastruktur tanggap darurat. Guna mendukung kesiapsiagaan darurat, MMP telah melengkapi fasilitas medis dengan tim dokter dan paramedis yang bersiaga selama 24 jam. Hal ini memastikan bahwa setiap gangguan kesehatan atau insiden kecil dapat segera ditangani secara profesional di lokasi.

Selain layanan medis, kesiapan armada pemadam dan tim evakuasi juga diperkuat guna memitigasi risiko kebakaran atau kebocoran teknis yang mungkin terjadi di area kerja smelter nikel. Perusahaan juga menyiagakan Tim Emergency Response khusus serta armada pemadam kebakaran (fire truck) untuk mitigasi risiko di area kerja smelter. Peningkatan sarana ini dilakukan secara bertahap untuk menjamin respon cepat terhadap potensi kondisi darurat.

Dengan penguatan sistem K3 yang komprehensif ini, PT Mitra Murni Perkasa optimistis dapat memasuki fase operasi komersial dengan standar keamanan tertinggi. Komitmen ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku industri hilirisasi lainnya di Indonesia dalam menciptakan lingkungan kerja yang manusiawi, aman, dan berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi nasional.

Terkini