Indonesia Undang Australia Perkuat Pendidikan Lewat Peningkatan Guru

Jumat, 06 Februari 2026 | 15:47:12 WIB
Indonesia Undang Australia Perkuat Pendidikan Lewat Peningkatan Guru

JAKARTA - Penguatan kualitas sumber daya manusia kembali menjadi fokus utama dalam hubungan bilateral Indonesia dan Australia. 

Dalam pertemuan tingkat tinggi di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fondasi strategis yang ingin diperkuat melalui kolaborasi dengan negara tetangga tersebut.

Upaya ini diarahkan untuk memastikan Indonesia memiliki tenaga pendidik yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat sesi pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta. 

Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin membahas berbagai peluang kerja sama yang dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga kerja terampil di Indonesia.

Pendidikan Jadi Pilar Kerja Sama Strategis

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, ia mengundang Australia untuk ikut berperan aktif dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia, khususnya melalui peningkatan kapasitas guru dan tenaga pengajar.

"Perdana Menteri Albanese dan saya juga membahas kerja sama di bidang pendidikan dan tenaga kerja terampil. Saya juga mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar," kata dia.

Menurut Presiden Prabowo, penguatan kompetensi guru menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif dan berkualitas. 

Guru dan tenaga pengajar yang mendapatkan pelatihan berkelanjutan diharapkan mampu mentransfer pengetahuan serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman kepada para peserta didik.

Kerja sama pendidikan ini juga dinilai selaras dengan visi pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat regional maupun global.

Penempatan Guru di Institusi Pendidikan Baru

Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa para guru dan tenaga pengajar yang mendapatkan peningkatan kapasitas tersebut nantinya akan ditempatkan di universitas-universitas serta sekolah-sekolah baru yang tengah dibangun di berbagai daerah di Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat menjawab tantangan pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang selama ini masih kekurangan tenaga pendidik berkualitas. 

Dengan dukungan pelatihan dan penguatan kapasitas, para guru diharapkan mampu berperan sebagai motor penggerak peningkatan mutu pendidikan nasional.

Presiden Prabowo juga menilai bahwa kehadiran tenaga pengajar yang kompeten akan mempercepat terciptanya ekosistem pendidikan yang inovatif dan inklusif. Dalam jangka panjang, hal ini diyakini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.

Apresiasi Program Beasiswa Australia

Selain membahas peningkatan kapasitas guru, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia melalui program Australia Awards Garuda Scholarship. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya Indonesia dalam memperkuat sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi pelajar dan profesional Indonesia untuk menempuh pendidikan di Australia, sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman internasional mereka. Presiden Prabowo menilai program tersebut memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Dukungan Australia melalui program beasiswa ini dianggap sebagai bentuk nyata komitmen dalam mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara. 

Selain memperkuat kapasitas individu, program tersebut juga berkontribusi dalam membangun jejaring akademik dan profesional lintas negara.

Perluasan Kerja Sama Tenaga Kerja Terampil

Tidak hanya pendidikan, pertemuan bilateral tersebut juga membahas isu tenaga kerja terampil. Presiden Prabowo menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan berpotensi besar untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia.

Sejalan dengan itu, Presiden Prabowo mengusulkan perluasan Mutual Recognition Agreements atau pengakuan bersama atas sertifikasi profesi. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi para profesional Indonesia untuk berkontribusi di berbagai sektor perekonomian Australia.

"Saya mengusulkan perluasan Mutual Recognition Agreements bagi sertifikasi profesi sehingga para profesional Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian Australia," kata dia.

Usulan tersebut mencerminkan keinginan Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan, di mana mobilitas tenaga kerja terampil dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Perdana Menteri Albanese ke Indonesia, di tengah padatnya agenda kenegaraan. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi simbol kedekatan hubungan Indonesia dan Australia sebagai negara tetangga sekaligus mitra strategis.

"Terima kasih, Perdana Menteri, sudah datang ke sini hari ini. Senang bertemu dengan Anda," ujar dia.

Sementara itu, Perdana Menteri Anthony Albanese menegaskan bahwa Indonesia dan Australia memiliki hubungan yang semakin erat. Ia menyebut intensitas kunjungan antara kedua negara mencerminkan persahabatan dan kepercayaan yang terus terbangun.

Melalui penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan tenaga kerja terampil, kedua negara berharap dapat menciptakan fondasi kuat bagi kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan bersama.

Terkini