Danantara Resmi Menjadi Pemegang Saham BEI, Pandu Sjahrir Ingin Adopsi Model Hong Kong dan India

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:29:02 WIB
Danantara Resmi Menjadi Pemegang Saham BEI, Pandu Sjahrir Ingin Adopsi Model Hong Kong dan India

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Danantara secara resmi akan masuk sebagai pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sebuah langkah strategis untuk memperkuat struktur pasar modal nasional.

Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan dukungannya terhadap rencana ini dan mengungkapkan ambisinya untuk membawa transformasi besar bagi ekosistem bursa saham di tanah air.

Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk mengonsolidasikan kekuatan ekonomi dan aset negara di bawah satu payung besar guna meningkatkan efisiensi dan daya saing finansial Indonesia di kancah global.

Keinginan Mengadopsi Kesuksesan Pasar Modal Hong Kong Dan India

Pandu Sjahrir menekankan pentingnya Indonesia belajar dari keberhasilan pasar modal di Hong Kong dan India yang telah berhasil menjadi magnet bagi investor internasional melalui regulasi yang progresif.

Model kepemilikan dan pengelolaan yang diterapkan di kedua negara tersebut dianggap sangat relevan untuk diimplementasikan di Indonesia guna mendorong peningkatan likuiditas serta kedalaman pasar modal.

Dengan masuknya Danantara, diharapkan BEI memiliki fleksibilitas lebih besar dalam melakukan inovasi produk keuangan yang mampu menarik minat perusahaan rukan (startup) hingga perusahaan raksasa untuk melantai di bursa.

Peran Danantara Sebagai Super Holding Investasi Nasional

Kehadiran Danantara sebagai pemegang saham diharapkan dapat mengubah paradigma pengelolaan aset negara dari sekadar pengawasan menjadi pengelolaan investasi yang aktif dan berorientasi pada keuntungan jangka panjang.

Sebagai entitas yang akan mengelola dana besar milik negara, Danantara memiliki posisi tawar yang kuat untuk mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang lebih transparan, akuntabel, dan memiliki kredibilitas tinggi.

Transformasi ini pada Selasa 10 Februari 2026 menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar yang mengharapkan adanya perubahan signifikan dalam hal kebijakan pencatatan saham dan perlindungan terhadap investor ritel.

Optimisme Peningkatan Nilai Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia

Sinergi antara otoritas bursa dan Danantara diprediksi akan mempercepat target pencapaian nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia agar dapat bersaing dengan bursa-bursa utama di wilayah Asia Tenggara maupun dunia.

Keikutsertaan Danantara di BEI juga diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi masuknya aliran dana asing (foreign inflow) yang mencari kepastian hukum serta stabilitas ekonomi di negara berkembang.

Upaya ini selaras dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan regional yang mampu mandiri secara ekonomi serta didukung oleh infrastruktur pasar modal yang sangat mumpuni.

Tantangan Regulasi Dan Kesiapan Infrastruktur Keuangan Digital

Meskipun memiliki visi yang ambisius, implementasi model Hong Kong dan India memerlukan penyesuaian regulasi yang cukup mendalam agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antar lembaga pengawas keuangan.

Pemanfaatan teknologi finansial terkini serta peningkatan sistem keamanan siber menjadi syarat mutlak bagi BEI dalam menghadapi era perdagangan saham digital yang berlangsung selama dua puluh empat jam penuh.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan kerangka hukum yang diperlukan guna memastikan bahwa langkah masuknya Danantara ke bursa saham dapat memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Harapan Terhadap Masa Depan Investasi Dan Kesejahteraan Masyarakat

Melalui penguatan struktur kepemilikan BEI, diharapkan masyarakat Indonesia akan semakin tertarik untuk berinvestasi di pasar modal sebagai pilihan tabungan jangka panjang yang aman serta memberikan keuntungan yang menarik.

Keberhasilan transformasi ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kemandirian fiskal bangsa, di mana aset-aset strategis negara dikelola secara profesional untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia di masa depan.

Optimisme ini harus dibarengi dengan integritas tinggi dari para pengelola Danantara dan BEI agar kepercayaan publik tetap terjaga serta ekosistem pasar modal tetap sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Terkini