Menhan Dorong TNI Perkuat Soliditas dan Adaptasi Strategis Hadapi Tantangan Global

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:27:51 WIB
Menhan Dorong TNI Perkuat Soliditas dan Adaptasi Strategis Hadapi Tantangan Global

JAKARTA - Peran Tentara Nasional Indonesia kembali ditekankan sebagai elemen utama pertahanan negara. 

Di tengah dinamika tantangan global, kesiapan dan kekompakan menjadi kunci menjaga kedaulatan. Pemerintah memandang TNI harus terus bergerak maju menghadapi perubahan zaman.

TNI harus jadi benteng kedaulatan yang adaptif dan solid menjadi pesan utama dalam arah kebijakan pertahanan. Penegasan ini menyoroti pentingnya transformasi menyeluruh di tubuh TNI. Adaptasi dinilai sebagai fondasi kekuatan pertahanan masa depan.

Arah tersebut disampaikan dalam forum strategis internal TNI. Jajaran pimpinan TNI menerima arahan terkait posisi vital institusi pertahanan. Pemerintah menekankan kesinambungan visi dan langkah ke depan.

TNI sebagai Garda Terdepan Kedaulatan

Menteri Pertahanan menegaskan posisi TNI sebagai benteng terakhir NKRI. Peran tersebut mencakup tanggung jawab menjaga keutuhan wilayah. TNI dipandang sebagai garda terdepan pertahanan nasional.

Dalam arahannya, Menhan menekankan pentingnya kesadaran strategis. Kedaulatan negara harus dijaga dari berbagai ancaman. TNI dituntut siap dalam segala kondisi.

Menhan menyampaikan bahwa tantangan pertahanan semakin kompleks. Ancaman tidak lagi bersifat konvensional semata. Pendekatan adaptif menjadi kebutuhan utama.

TNI harus memiliki kesiapan menyeluruh. Kemampuan fisik dan nonfisik harus berjalan seimbang. Kesiapan ini menjadi modal menjaga stabilitas nasional.

Revitalisasi Kekuatan TNI Mulai 2026

Menhan menegaskan perlunya revitalisasi pembangunan kekuatan TNI. Tahun 2026 disebut sebagai titik awal transformasi mendasar. Pembangunan tidak boleh lagi berorientasi ke masa lalu. Kebijakan pertahanan harus bergerak progresif. Setiap langkah harus menjawab tantangan zaman. TNI diharapkan terus berinovasi.

"Kita harus menekankan revitalisasi dan melaksanakan revolusi terhadap pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Mulai tahun 2026 ini, sampai ke depan, kita harus terus bergerak maju," ucap Sjafrie.

Revitalisasi mencakup aspek organisasi dan sumber daya manusia. Modernisasi alutsista juga menjadi perhatian. Semua diarahkan untuk meningkatkan daya tangkal negara.

Adaptasi terhadap Ancaman Multidimensi

Menhan menekankan bahwa ancaman modern bersifat multidimensi. Ancaman ideologi, politik, dan ekonomi menjadi perhatian serius. Pertahanan negara harus mencakup seluruh spektrum tersebut.

Kedaulatan tidak hanya diukur dari kekuatan militer. Stabilitas nasional dipengaruhi berbagai faktor. TNI harus memahami dinamika tersebut.

Menhan menyoroti pentingnya perlindungan sumber daya alam. Kekayaan nasional menjadi bagian dari strategi pertahanan semesta. TNI memiliki peran strategis dalam menjaga aset negara.

Ancaman modern dapat datang tanpa senjata. Upaya pihak asing terhadap sumber daya alam menjadi risiko nyata. Kesiapsiagaan TNI menjadi keharusan.

Kesiapan OMP dan OMSP

Menhan menegaskan kesiapan TNI dalam berbagai operasi. Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang sama-sama krusial. Keduanya harus dijalankan dengan profesional.

TNI dituntut fleksibel dalam menjalankan tugas. Kesiapan menghadapi konflik bersenjata tetap penting. Namun peran nonperang juga semakin dominan.

OMSP mencakup berbagai tugas kemanusiaan dan pengamanan. TNI harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Profesionalisme menjadi landasan utama. Kesiapan operasi mencerminkan kualitas pertahanan. Latihan dan pembinaan harus terus ditingkatkan. Semua diarahkan untuk kepentingan bangsa.

Soliditas sebagai Modal Utama Bangsa

Menutup arahannya, Menhan mengapresiasi soliditas TNI. Kekompakan dinilai terbangun dari tingkat pimpinan hingga prajurit. Hal ini menjadi kekuatan utama institusi. Menhan menilai soliditas sangat dibutuhkan menghadapi tantangan negara. Kerja sama antarsatuan menjadi kunci keberhasilan. Sinergi internal harus terus dijaga.

"Saya melihat bahwa TNI sekarang kompak, solid. Baik di antara satuan-satuan yang ada di lapangan sampai ke tingkat para kepala staf angkatan dan sampai kepada tingkat Panglima TNI. Tentunya ini sangat kita perlukan agar supaya tugas dan tanggung jawab negara bisa menjadi tantangan yang perlu dijawab oleh TNI," kata Menhan.

Rapim TNI menjadi momentum konsolidasi strategis. Forum ini memperkuat kesamaan visi pertahanan. TNI diharapkan semakin solid menghadapi masa depan.

Terkini