JAKARTA - Menjelang bulan Ramadhan dan libur Idul Fitri 2026, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, terkait kesiapan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia.
Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Bahlil memastikan bahwa stok BBM dan gas LPG aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan hingga libur lebaran.
Bahlil menegaskan bahwa baik BBM maupun LPG berada dalam kondisi yang terkendali, dengan stok yang sudah memenuhi batas minimum yang ditetapkan untuk kebutuhan nasional.
"Semua stok BBM dan LPG dalam keadaan cukup dan terkendali. Kita pastikan persediaannya aman untuk memenuhi permintaan masyarakat selama dua bulan ke depan," jelas Bahlil.
Stok Solar Subsidi Cukup, Kilang Pertamina Perkuat Pasokan
Salah satu sorotan dalam laporan Bahlil adalah ketersediaan stok solar subsidi, khususnya jenis C48 yang telah tercatat aman. Bahlil menambahkan bahwa kilang baru Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang merupakan kilang terbesar di Indonesia, sudah mulai beroperasi. Dengan adanya kilang ini, pasokan solar subsidi di dalam negeri dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, Bahlil juga mencatat bahwa untuk solar berkualitas tinggi (C51) dan jenis solar lainnya yang tidak bersubsidi, Indonesia masih mengandalkan impor. Meskipun demikian, pasokan bensin dengan RON 92, 95, dan 98 yang juga bukan subsidi tercatat aman, dengan stok yang cukup untuk 18 hari ke depan.
"Stok bensin jenis non-subsidi ini juga sudah aman dan tidak ada masalah," ujarnya.
Bahlil juga menekankan bahwa pemerintah telah menetapkan batas minimum untuk stok BBM nasional selama 18 hari dan cadangan stok untuk 21 hari. Dengan ketentuan ini, diharapkan tidak ada kelangkaan BBM yang akan mengganggu distribusi selama periode kritis seperti menjelang Ramadhan dan libur lebaran.
Solusi Pasokan BBM dari Pihak Swasta
Terkait dengan kebutuhan BBM yang lebih besar, terutama menjelang masa libur panjang, Bahlil memberikan ruang bagi pihak swasta untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan melalui impor langsung.
"Bagi pihak swasta yang ingin mengimpor BBM, bisa melakukan bisnis ke bisnis (B2B),” ungkap Bahlil.
Ini membuka peluang bagi perusahaan lain yang memiliki kapasitas dan izin untuk memasok BBM ke pasar domestik, terutama pada momen-momen puncak seperti Ramadhan dan Idul Fitri, ketika permintaan bahan bakar biasanya meningkat.
Meskipun pemerintah memastikan stok BBM cukup, langkah ini diambil untuk memberi fleksibilitas dalam memperlancar distribusi, terutama jika terjadi lonjakan permintaan yang lebih besar dari biasanya.
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan yang mendorong keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat ketahanan pasokan energi di Indonesia.
Pengawasan Proyek Hilirisasi dan Tambang Emas Martabe
Selain soal ketersediaan BBM, dalam rapat terbatas tersebut, Bahlil juga melaporkan mengenai kemajuan proyek hilirisasi yang menjadi fokus utama pemerintah.
Bahlil menyampaikan bahwa dari 18 proyek hilirisasi yang telah diprioritaskan pemerintah, enam di antaranya sudah memasuki tahap pembangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking. Sisanya, menurut Bahlil, akan segera dimulai dalam waktu dekat.
Proyek-proyek ini mencakup sektor energi, pertambangan, dan industri lainnya, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan mentah.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah merumuskan beberapa proyek hilirisasi tambahan di luar 18 proyek utama tersebut, dengan tujuan untuk memproduksi lebih banyak barang dalam negeri dan meningkatkan daya saing global Indonesia.
“Kita dorong agar semua kebutuhan dalam negeri yang selama ini kita impor, bisa diproduksi di dalam negeri, sekaligus untuk menciptakan nilai tambah,” ungkap Bahlil.
Dengan penguatan sektor hilirisasi, diharapkan Indonesia dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada, memperkuat industri dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, Bahlil juga melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai peninjauan izin tambang emas Martabe yang saat ini sedang diproses oleh Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan semua sektor energi dan pertambangan berjalan sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku, dengan memperhatikan aspek lingkungan yang berkelanjutan.
Keamanan Pasokan Energi Jelang Ramadhan dan Libur Lebaran
Bahlil menggarisbawahi bahwa pengamanan pasokan energi, baik itu BBM, gas LPG, dan sumber energi lainnya, sangat penting menjelang Ramadhan dan libur lebaran, mengingat meningkatnya konsumsi energi pada periode tersebut.
Keamanan pasokan ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa terhambat oleh masalah kelangkaan energi.
"Pemerintah harus memastikan pasokan energi selama periode ini stabil, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada saat kebutuhan energi meningkat," tegas Bahlil.
Oleh karena itu, pemerintah telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengawasi distribusi BBM dan gas LPG, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik sektor publik maupun swasta, untuk memastikan ketersediaannya tetap terjaga.