Garuda Indonesia Dipilih Pimpin Holding BUMN Sektor Penerbangan

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:06:11 WIB
Garuda Indonesia Dipilih Pimpin Holding BUMN Sektor Penerbangan

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengumumkan rencana besar dalam sektor penerbangan dengan menjadikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. sebagai induk holding BUMN penerbangan. Holding ini akan mencakup dua maskapai besar lainnya, yaitu Citilink dan Pelita Air. 

Langkah strategis ini akan memperkuat posisi Garuda Indonesia dalam industri penerbangan domestik, sekaligus memastikan bahwa pengelolaan sektor penerbangan BUMN di Indonesia lebih terkoordinasi dan efisien.

Menurut Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, proses pemisahan Pelita Air dari PT Pertamina (Persero) tengah dipercepat. Pertamina, sebagai induk perusahaan Pelita Air, akan melepas seluruh bisnis non-migasnya, termasuk penerbangan. 

“Iya, Garuda Indonesia induk (holding maskapai), (di bawahnya) ada Citilink, ada Pelita,” jelas Dony.

Langkah ini menunjukkan transformasi besar dalam struktur dan pengelolaan bisnis BUMN penerbangan, dengan tujuan untuk lebih mengoptimalkan potensi yang ada dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. 

Dalam waktu dekat, Pelita Air diperkirakan akan bergabung dengan Garuda Indonesia dalam holding yang baru ini, membawa perusahaan lebih dekat pada efisiensi operasional yang diharapkan.

Proses Penggabungan Pelita Air dengan Garuda Indonesia

Dony Oskaria mengungkapkan bahwa target BPI Danantara adalah menyelesaikan proses penggabungan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia pada kuartal pertama tahun ini. Ini menunjukkan kecepatan dan komitmen BPI Danantara untuk segera merealisasikan rencana ini. 

Proses penggabungan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia juga akan dilakukan bersamaan dengan penyelesaian beberapa proses lainnya di tingkat perusahaan induk.

Dengan penggabungan ini, Garuda Indonesia tidak hanya akan memperkuat posisinya di pasar domestik, tetapi juga berpotensi memperluas jaringan dan kemampuan operasionalnya. 

Pelita Air, yang selama ini dikenal sebagai salah satu maskapai penerbangan yang dimiliki oleh Pertamina, akan mendapat pengelolaan yang lebih terfokus dan terintegrasi di bawah Garuda Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak, baik perusahaan, pemangku kepentingan, maupun penumpang.

Pemisahan Bisnis Non-Migas dari Pertamina

Salah satu langkah penting dalam proses restrukturisasi ini adalah pemisahan bisnis non-migas yang ada di Pertamina, termasuk di dalamnya bisnis penerbangan, perhotelan, dan sektor lainnya. 

Seiring dengan pembentukan holding BUMN penerbangan ini, Pertamina akan lebih fokus pada sektor energi, khususnya minyak dan gas. Bisnis lainnya, seperti penerbangan dan perhotelan, akan diserahkan kepada BUMN lain untuk dikelola lebih optimal.

“Danantara memang bakal melakukan pembenahan di seluruh lini bisnisnya di tahun ini, termasuk PT Pertamina yang akan difokuskan pada minyak dan gas. Sedangkan bisnis lainnya seperti penerbangan hingga perhotelan akan digabung ke BUMN lain,” ujar Dony. 

Ini adalah bagian dari upaya untuk menciptakan perusahaan-perusahaan yang lebih fokus dan efisien, tanpa adanya tumpang tindih dalam penugasan atau pengelolaan.

Rencana ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan potensi BUMN di berbagai sektor, agar lebih terintegrasi dan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal. 

Dengan melakukan pemisahan dan konsolidasi bisnis secara strategis, setiap entitas BUMN dapat lebih fokus pada lini bisnis utama mereka, sehingga mendorong peningkatan kinerja yang lebih baik.

Transformasi dan Fokus pada Lini Bisnis yang Lebih Terarah

Proses transformasi yang sedang berlangsung ini dipastikan akan meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan BUMN di Indonesia. Dony menekankan bahwa konsolidasi ini akan membuat perusahaan BUMN lebih fokus dan terarah, serta mengurangi adanya tumpang tindih dalam pengelolaan berbagai sektor yang tidak relevan dengan core business masing-masing.

“Jadi nanti perusahaan BUMN kita tuh bagus-bagus nanti, rumah sakit sendiri, hotel sendiri, asuransi sendiri, oil and gas sendiri, airline sendiri. Jadi lebih baik, lebih proper,” tambah Dony. 

Dengan pembenahan yang dilakukan, perusahaan-perusahaan BUMN ini akan mampu lebih berdaya saing dan efisien, serta siap menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis.

Transformasi ini juga menunjukkan bahwa BPI Danantara memiliki visi jangka panjang untuk memperkuat dan memajukan sektor-sektor yang ada di Indonesia. 

Terlepas dari tantangan yang ada, langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki BUMN yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga kompetitif di pasar global.

Garuda Indonesia Jadi Pemimpin dalam Holding Penerbangan

Dengan pembentukan holding BUMN penerbangan yang dipimpin oleh Garuda Indonesia, sektor penerbangan domestik di Indonesia diprediksi akan semakin terorganisir dan efisien. 

Proses penggabungan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia menunjukkan kecepatan dan komitmen BPI Danantara untuk mewujudkan perubahan ini dalam waktu dekat. Selain itu, pemisahan bisnis non-migas dari Pertamina dan restrukturisasi sektor-sektor lainnya menunjukkan adanya pergeseran menuju perusahaan-perusahaan yang lebih fokus dan terintegrasi.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BUMN di Indonesia, menciptakan industri yang lebih efisien, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. 

Ke depannya, Garuda Indonesia dan perusahaan-perusahaan lain yang terlibat dalam holding BUMN penerbangan ini akan semakin memperkuat peran mereka dalam industri penerbangan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global.

Terkini