Universitas Pattimura Tambah 6 Guru Besar Baru Perkuat Pendidikan Maluku

Kamis, 12 Februari 2026 | 15:42:57 WIB
Universitas Pattimura Tambah 6 Guru Besar Baru Perkuat Pendidikan Maluku

JAKARTA - Di tengah upaya Provinsi Maluku untuk mengakselerasi pembangunan di berbagai sektor, ketersediaan pakar dengan kualifikasi tertinggi menjadi aset yang tak ternilai harganya. Universitas Pattimura (Unpatti) sebagai institusi pendidikan tinggi tertua di Maluku, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkokoh fondasi keilmuan dengan melahirkan para intelektual papan atas. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik biasa, melainkan sebuah pernyataan kesiapan kampus untuk menjadi dapur pemikiran bagi pemerintah daerah dan industri dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Kehadiran para guru besar baru ini diharapkan mampu mengonversi teori menjadi aksi nyata, terutama dalam mengelola potensi kekayaan alam dan tantangan sosiokultural yang unik di wilayah kepulauan. Dengan kepakaran yang semakin spesifik dan mutakhir, universitas kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat untuk menjadi pusat inovasi di wilayah timur Indonesia.

Strategi Jangka Panjang Unpatti dalam Penguatan Kualitas Pendidikan

Penambahan jumlah guru besar di lingkungan kampus menjadi indikator penting bagi peningkatan daya saing sumber daya manusia di Provinsi Maluku. Universitas Pattimura (Unpatti) menambah enam guru besar dari berbagai bidang ilmu strategis sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penguatan riset, dan daya saing sumber daya manusia di Provinsi Maluku.

Rektor Unpatti, Prof. Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari cetak biru universitas ke depan. Di Ambon, Rabu, ia mengatakan penambahan enam guru besar tersebut bukan sekadar capaian administratif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi riset bagi pembangunan daerah. “Pengukuhan ini bukan hanya kebanggaan personal, tetapi investasi intelektual bagi Maluku. Guru besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk melahirkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Daftar Enam Intelektual Baru di Bidang Ilmu Strategis

Keenam guru besar yang dikukuhkan berasal dari latar belakang keilmuan yang sangat relevan dengan kebutuhan industri dan pemerintahan saat ini. Mereka adalah:

Prof. Henri Junus Wattimanela: Guru Besar Statistika Spasial pada Fakultas Sains dan Teknologi.

Prof. Imanuel Berly Davis Kapelle: Guru Besar Kimia Bahan Alam pada Fakultas Sains dan Teknologi.

Prof. Wilma Akihary: Guru Besar Pendidikan Bahasa–Unggulistik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Prof. Pieter Thomas Berhitu: Guru Besar Pengelolaan Wilayah Pesisir pada Fakultas Teknik.

Prof. Kelvin Karuna: Guru Besar Didaktik Metodik Pembelajaran Bahasa Jerman pada FKIP.

Prof. Latuny: Guru Besar Kecerdasan Buatan pada Fakultas Teknik.

Akselerasi Jumlah Guru Besar: Kebanggaan SDM Maluku

Laju pertumbuhan guru besar di Unpatti pada awal tahun 2026 ini tercatat sangat impresif. Menurut Rektor, dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, Unpatti berhasil menambah 11 guru besar, dengan lima di antaranya dikukuhkan pada Januari 2026 dan enam lainnya pada Februari 2026. Lonjakan jumlah ini memberikan dampak pada peringkat kualitas akademik universitas secara nasional.

Dengan penambahan tersebut, jumlah guru besar di Unpatti kini mencapai 127 orang. “Sudah 127 guru besar menjadi kebanggaan kita sehingga kualitas sumber daya manusia Unpatti tidak diragukan lagi. Para guru besar memiliki kontribusi pemikiran yang luar biasa dan dapat diberdayakan oleh pemerintah maupun industri,” ujarnya. Kepakaran yang melimpah ini menjadi modal sosial bagi Maluku dalam merancang kebijakan publik yang berbasis sains.

Relevansi Kepakaran Terhadap Pembangunan Berbasis Kepulauan

Ditinjau dari sisi fungsional, bidang-bidang yang baru saja dikukuhkan memiliki kaitan erat dengan karakteristik wilayah Maluku. Statistika Spasial yang dikembangkan Henri Junus Wattimanela dinilai strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan berbasis data wilayah, mulai dari mitigasi bencana hingga analisis tata ruang wilayah kepulauan. Sementara itu, fokus Imanuel Berly Davis Kapelle pada Kimia Bahan Alam berpotensi besar mendorong hilirisasi biodiversitas Maluku menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Di sektor kelautan dan teknologi, kepakaran Pieter Thomas Berhitu dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir sangat krusial bagi Maluku yang didominasi laut. Di sisi lain, penguatan riset Kecerdasan Buatan oleh Prof. Latuny menjadi langkah visioner universitas dalam merespons transformasi digital di berbagai sektor. Terakhir, penguatan bidang pendidikan bahasa oleh Prof. Wilma Akihary dan Prof. Kelvin Karuna diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki daya saing internasional melalui metode pembelajaran berbasis riset yang mutakhir.

Terkini