Suwandy DPRD Jatim Kawal Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 15 Februari 2026 | 10:40:08 WIB
Suwandy DPRD Jatim Kawal Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA - Pelaksanaan program strategis nasional kini tengah berada di bawah mikroskop pengawasan ketat, terutama menyangkut sektor kesehatan publik. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Suwandy Firdaus, memanfaatkan momentum serap aspirasi atau reses untuk berdialog langsung dengan konstituen mengenai dinamika kebijakan di lapangan. Fokus utama yang muncul bukan sekadar soal distribusi, melainkan jaminan keamanan pangan yang menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Melalui interaksi ini, legislatif berupaya memastikan bahwa setiap program yang digulirkan pemerintah pusat maupun daerah tidak hanya indah di atas kertas, tetapi juga aman saat dikonsumsi oleh masyarakat. Suara dari tingkat akar rumput menjadi masukan krusial bagi parlemen untuk mendorong pemerintah mengevaluasi standar operasional prosedur demi mencegah risiko kesehatan yang dapat menghambat masa depan generasi muda.

Respons Terhadap Kekhawatiran Warga Mojosari Terkait Isu Keracunan

Dalam agenda reses yang diselenggarakan di Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada Jumat, Suwandy Firdaus menerima berbagai keluhan dan harapan dari warga. Isu yang paling mendominasi adalah kekhawatiran masyarakat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kecemasan ini bukanlah tanpa alasan, melainkan dipicu oleh adanya insiden keracunan yang sempat menimpa sejumlah pelajar di wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Warga yang hadir, termasuk para tokoh masyarakat serta pegiat seni dan budaya, menyampaikan bahwa aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas mutlak. Tragedi keracunan tersebut dianggap sebagai rapor merah yang memerlukan penanganan serius agar kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi ini tidak luntur. Suwandy menegaskan bahwa keamanan pangan adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam implementasi kebijakan publik.

Komitmen Pengawasan Ketat dan Evaluasi Menyeluruh

Menanggapi berbagai keresahan tersebut, politisi dari Partai NasDem ini memastikan bahwa setiap poin aspirasi akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi untuk diteruskan kepada pemerintah daerah. Ia memandang masukan dari warga Mojosari sebagai bahan evaluasi yang sangat berharga bagi jalannya program MBG ke depan.

“Keresahan ini menjadi perhatian serius. Program pemenuhan gizi untuk pelajar sangat baik, tetapi dalam pelaksanaannya harus benar-benar diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan,” ujar Suwandy Firdaus di hadapan para konstituennya.

Suwandy menekankan bahwa penguatan sistem pengawasan harus dilakukan secara holistik dan terintegrasi. Hal ini meliputi pengetatan standar keamanan pada bahan baku makanan, pemantauan kebersihan proses pengolahan di dapur-dapur penyedia, hingga memastikan mekanisme distribusi tetap terjaga higienitasnya sampai ke tangan siswa. Langkah-langkah preventif ini dianggap sebagai kunci utama keberhasilan program nasional tersebut.

Prioritas Utama: Anak Belajar dengan Sehat dan Aman

Bagi Suwandy, tujuan akhir dari program Makan Bergizi Gratis adalah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak tanpa dibayangi ketakutan akan gangguan kesehatan. Evaluasi menyeluruh terhadap vendor atau penyedia makanan menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Yang paling penting adalah anak-anak kita dapat belajar dengan senang, sehat, dan aman. Program pemenuhan gizi harus berjalan dengan baik sehingga kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” tegasnya kembali untuk meyakinkan masyarakat. Melalui pengawasan legislatif yang ketat, diharapkan celah kesalahan prosedur dapat ditutup rapat sehingga program MBG memberikan dampak positif murni bagi pelajar.

Dukungan Terhadap Pelestarian Budaya dan Seniman Lokal

Selain membahas isu kesehatan dan kebijakan pangan, agenda reses ini juga menjadi ajang bagi Suwandy Firdaus untuk menunjukkan keberpihakannya pada sektor kebudayaan. Di tengah diskusi yang serius mengenai program pemerintah, ia menyempatkan diri memberikan apresiasi kepada para seniman dan pelaku seni di Mojokerto dalam bentuk bantuan nyata.

Bantuan tersebut diserahkan sebagai simbol dukungan parlemen terhadap upaya pelestarian seni dan budaya daerah yang menjadi jati diri bangsa. Suwandy menambahkan, kontribusi para seniman berperan penting dalam menjaga identitas budaya lokal. Ia berharap dukungan itu dapat memotivasi pelaku seni untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat luas di tengah gempuran modernisasi.

Pertemuan reses ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling menjaga, baik dari sisi kesehatan anak melalui pengawasan makanan, maupun dari sisi spiritual dan sosial melalui pelestarian budaya. Aspirasi dari Mojosari ini diharapkan menjadi pemantik bagi perbaikan tata kelola kebijakan publik di Jawa Timur yang lebih akuntabel dan berorientasi pada keselamatan rakyat.

Terkini