KAI Daop 5 Purwokerto Larang Warga Beraktivitas di Jalur Rel Kereta 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:00:52 WIB
KAI Daop 5 Purwokerto Larang Warga Beraktivitas di Jalur Rel Kereta 2026

JAKARTA - Manajemen KAI Daop 5 Purwokerto mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar tidak melakukan kegiatan ngabuburit di sepanjang jalur rel karena sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kebiasaan warga yang sering berkumpul di sekitar rel menjelang waktu berbuka puasa pada bulan suci Ramadan yang akan segera tiba.

Pihak otoritas menegaskan bahwa area tersebut merupakan zona terlarang bagi masyarakat umum karena risiko kecelakaan yang bisa berakibat fatal bagi siapa pun yang melanggar.

Risiko Tinggi Kecelakaan Akibat Aktivitas di Area Terlarang

Melakukan aktivitas di sepanjang jalur kereta api bukan hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas perjalanan kereta api yang sedang melintas cepat.

Kecepatan kereta api yang tinggi dan hembusan angin yang kencang saat rangkaian melintas dapat menarik benda atau orang yang berada terlalu dekat dengan jalur rel besi tersebut.

Petugas keamanan kini mulai melakukan patroli rutin di titik-titik rawan yang sering dijadikan tempat nongkrong warga guna memastikan area tersebut tetap steril dari gangguan manusia.

Sanksi Pidana Bagi Warga yang Melanggar Aturan Ruang Manfaat Jalur

Sesuai dengan regulasi yang berlaku, masyarakat yang dengan sengaja berada di ruang manfaat jalur kereta api dapat dijatuhi sanksi denda yang cukup besar hingga hukuman penjara.

Undang-undang tentang perkeretaapian telah mengatur dengan sangat ketat mengenai batas-batas area yang tidak boleh diakses oleh publik tanpa izin resmi demi kepentingan operasional sarana negara.

KAI mengajak masyarakat untuk patuh dan disiplin dalam mengikuti aturan ini agar tidak perlu ada tindakan hukum yang diambil terhadap warga yang nekat beraktivitas di sana.

Imbauan Kepada Orang Tua untuk Mengawasi Anak-anak di Pemukiman

KAI Daop 5 Purwokerto memberikan perhatian khusus kepada orang tua yang tinggal di pemukiman dekat rel agar lebih ketat dalam memantau kegiatan bermain anak-anak mereka.

Banyak kasus kecelakaan terjadi karena kelalaian orang tua yang membiarkan anak-anak bermain layang-layang atau sekadar duduk-duduk di pinggir rel tanpa adanya pengawasan yang memadai sama sekali.

Kesadaran kolektif dari masyarakat sekitar jalur kereta api menjadi kunci utama dalam meminimalisir angka kecelakaan yang biasanya mengalami tren peningkatan pada saat momen bulan puasa nanti.

Sosialisasi Keselamatan di Wilayah Strategis Sepanjang Jalur Purwokerto

Tim dari KAI terus bergerak aktif mendatangi pemukiman warga untuk memberikan edukasi mengenai bahaya laten yang mengintai di balik aktivitas ngabuburit yang salah tempat di jalur rel.

Pemberian selebaran serta pemasangan spanduk peringatan di perlintasan sebidang menjadi bagian dari upaya preventif agar informasi mengenai keselamatan ini dapat tersampaikan secara luas kepada publik.

Perusahaan berharap warga dapat mencari lokasi lain yang jauh lebih aman dan nyaman untuk menghabiskan waktu sore bersama teman maupun keluarga tanpa harus mempertaruhkan nyawa mereka.

Komitmen Pelayanan Perjalanan Kereta Api yang Aman dan Nyaman

PT KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang dengan memastikan bahwa jalur yang akan dilalui oleh rangkaian kereta dalam kondisi aman dan bebas gangguan.

Dukungan dari masyarakat sangat berarti bagi kelancaran transportasi massal ini, mengingat kereta api merupakan salah satu moda transportasi utama yang digunakan warga untuk mobilisasi antar wilayah.

Keamanan di sepanjang jalur kereta api menjadi tanggung jawab bersama antara operator, pemerintah daerah, dan juga seluruh lapisan masyarakat yang tinggal di sekitar infrastruktur transportasi tersebut.

Hingga hari Sabtu 21 Februari 2026, jajaran personel pengamanan KAI Daop 5 Purwokerto terus siaga memantau kondisi lapangan agar tidak ada warga yang masuk ke zona berbahaya.

Setiap tindakan pencegahan dilakukan dengan cara persuasif namun tetap tegas demi kebaikan masyarakat agar ibadah puasa dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya duka akibat kecelakaan.

Diharapkan dengan adanya imbauan ini, angka pelanggaran di area rel kereta api dapat menurun drastis sehingga tercipta lingkungan perkeretaapian yang benar-benar aman bagi semua pihak terkait.

Terkini