Stabilnya Harga Minyak Dunia Dipengaruhi Negosiasi Nuklir dan Tarif Internasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:10:57 WIB
Stabilnya Harga Minyak Dunia Dipengaruhi Negosiasi Nuklir dan Tarif Internasional

JAKARTA - Harga minyak dunia menunjukkan stabilitas pada perdagangan global, seiring proses diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran yang menahan gejolak pasar.

Di sisi lain, kenaikan tarif impor oleh Presiden Donald Trump menambah dinamika yang harus diperhatikan investor. Kondisi ini mencerminkan pasar yang berhati-hati dalam menanggapi geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional.

Pergerakan Harga Minyak Terbaru

Kontrak minyak Brent turun tipis 27 sen atau 0,38% ke level USD 71,49 per barel, sedangkan WTI Amerika Serikat turun 17 sen atau 0,26% ke posisi USD 66,31 per barel.

Penurunan ini terjadi meski kekhawatiran konflik antara AS dan Iran sempat mendorong harga naik lebih dari 5% pekan sebelumnya. Stabilitas harga saat ini menunjukkan pasar menunggu arahan diplomasi dan kebijakan perdagangan selanjutnya.

Dampak Kenaikan Tarif Trump

Kebijakan Trump menaikkan tarif impor dari 10% menjadi 15% memicu perhatian baru di kalangan investor global. 

Analis Tony Sycamore mengatakan, “Berita tarif akhir pekan memicu aliran penghindaran risiko pagi ini, terlihat dari pergerakan harga emas dan kontrak saham AS, serta menekan harga minyak mentah.” Langkah ini menimbulkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan potensi penurunan permintaan energi, sehingga pasar bergerak lebih hati-hati.

Investor mulai memilih aset yang lebih aman dan mengatur ulang portofolio untuk mengantisipasi volatilitas pasar. Namun, stabilnya harga minyak menunjukkan bahwa pasar belum bereaksi berlebihan, dan masih menimbang perkembangan diplomasi. Sinyal ini memberikan kesempatan bagi para pelaku pasar untuk mengatur strategi di tengah ketidakpastian.

Prospek Diplomasi AS-Iran

Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar putaran ketiga pembicaraan nuklir di Jenewa, Swiss. Tony Sycamore menilai, “AS dan Iran tengah terlibat dalam permainan diplomasi yang saling menguji, mengingat risiko ketidakstabilan kawasan.” Seorang pejabat senior Iran menyebutkan negaranya siap memberikan konsesi program nuklir jika sanksi dicabut dan hak memperkaya uranium diakui.

Diplomasi ini menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga minyak, terutama jika kesepakatan dapat menurunkan risiko konflik. Perkembangan ini juga akan memengaruhi pasokan energi global dan stabilitas pasar dalam beberapa bulan ke depan. Investor pun tetap menunggu hasil negosiasi sambil memantau pergerakan harga minyak.

Keseimbangan Pasar di Tengah Ketidakpastian

Ketegangan geopolitik sebelumnya sempat membuat investor waspada terhadap gangguan pasokan energi di Timur Tengah. Namun, sinyal diplomasi terbaru membuat pasar kembali menenangkan diri dan mengambil sikap wait-and-see. 

Situasi ini menunjukkan pasar minyak global mampu menyesuaikan diri meski dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan.

Stabilnya harga minyak juga menjadi kabar baik bagi konsumen dan pelaku usaha yang bergantung pada energi. Dengan pengawasan yang cermat dan perkembangan diplomasi yang positif, diharapkan harga minyak tetap terkendali dan tidak menimbulkan gejolak signifikan. 

Para pelaku pasar kini fokus pada kombinasi faktor politik dan ekonomi untuk menentukan langkah investasi berikutnya.

Terkini