Prabowo Dorong Indonesia Menguasai Teknologi Semikonduktor Strategis untuk Masa Depan

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:11:05 WIB
Prabowo Dorong Indonesia Menguasai Teknologi Semikonduktor Strategis untuk Masa Depan

JAKARTA - Indonesia semakin menunjukkan komitmennya untuk menguasai teknologi tinggi dalam industri semikonduktor. 

Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kemitraan strategis antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan perusahaan teknologi global Arm Limited. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi berbasis inovasi dan penguatan kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi.

Kemitraan Strategis dengan Arm untuk Indonesia

Kerja sama yang disaksikan langsung Prabowo menekankan pentingnya penguasaan desain chip dan semikonduktor. Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto, menyatakan bahwa Arm merupakan pemimpin pasar di bidang desain chip untuk otomotif, pusat data, dan kecerdasan buatan. 

“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor. Dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” ujarnya.

Penguasaan teknologi chip menjadi fondasi bagi inovasi digital modern yang mendukung berbagai sektor. Airlangga menekankan bahwa kemitraan ini memungkinkan Indonesia melatih 15 ribu engineer agar menguasai desain chip. Strategi ini dirancang agar kemampuan tersebut berkelanjutan dan diteruskan ke generasi berikutnya.

Selain itu, kemitraan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri. Arahan Prabowo menekankan pentingnya mandiri dalam teknologi strategis yang akan melengkapi agenda pembangunan ketahanan nasional. “Ini yang leapfrog untuk di digital ekosistem,” tutur Airlangga.

Fokus Pelatihan dan Pengembangan SDM

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa pengembangan SDM menjadi inti dari kemitraan ini. Pelatihan akan dilakukan baik dengan mengirim engineer ke luar negeri maupun menghadirkan instruktur Arm langsung di Indonesia. 

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.

Pelatihan ini difokuskan pada enam bidang desain chip strategis yang akan menjadi hak kekayaan intelektual Indonesia. Menurut Airlangga, bidang yang dikembangkan meliputi otomotif, internet of things, data center, home appliances, autonomous vehicle, dan quantum computing. Fokus ini bertujuan memastikan penguasaan IP yang dapat dimanfaatkan untuk inovasi nasional.

Langkah ini diharapkan mendorong Indonesia menjadi produsen teknologi bernilai tinggi daripada hanya sebagai konsumen. Rosan menekankan bahwa modul pelatihan disiapkan secara khusus untuk mendukung transfer teknologi secara maksimal. Strategi ini diharapkan mempersiapkan engineer Indonesia menghadapi industri global dengan kompetensi tinggi.

Implementasi dan Dampak Industri Nasional

Kerja sama ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional dan kedaulatan teknologi. Airlangga menekankan bahwa pengembangan desain chip dapat meningkatkan kapasitas industri lokal. 

“Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain. Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia,” ujarnya.

Kemitraan ini akan memberikan dampak langsung pada inovasi, produktivitas, dan penguatan rantai pasok global. Transfer teknologi yang direncanakan memungkinkan Indonesia memiliki kendali lebih besar atas desain dan produksi chip. Dengan kemampuan ini, potensi inovasi dalam negeri dapat meningkat signifikan.

Selain itu, pengembangan ini diharapkan menarik investasi dan membuka peluang kolaborasi industri dalam negeri. Perusahaan lokal akan mendapatkan akses ke teknologi mutakhir yang sebelumnya hanya dimiliki global. Pendekatan ini sekaligus memperkuat ekosistem semikonduktor nasional dari hulu hingga hilir.

Transformasi Indonesia Menjadi Produsen Teknologi

Kemitraan Danantara-Arm menandai transformasi Indonesia dari konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tinggi. 

Pemerintah memandang teknologi sebagai “turbocharger” untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi ini menjembatani potensi sumber daya manusia dan kekayaan alam dengan kebutuhan produktivitas tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Airlangga menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan, pelatihan, dan pengembangan industri. 

“Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” ujarnya. Langkah ini memastikan kesinambungan penguasaan teknologi.

Transformasi ini juga akan mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri global. Kolaborasi strategis seperti ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat posisi diplomasi teknologi Indonesia. Pemerintah menargetkan agar inovasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor ekonomi dan strategis.

Harapan Pemerintah dan Langkah Selanjutnya

Prabowo menekankan bahwa kemitraan ini penting untuk kemandirian teknologi nasional. Sinergi antara pemerintah, BPI Danantara, dan Arm menjadi langkah konkret menuju penguasaan industri strategis. Pemerintah berharap inovasi ini dapat mempercepat pembangunan ekosistem digital dan teknologi tinggi di Indonesia.

Rosan menambahkan bahwa pelatihan dan pengembangan akan terus dipantau agar hasilnya optimal. Program ini juga membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarier di bidang teknologi tinggi. Dukungan pemerintah diharapkan mempercepat Indonesia menguasai teknologi semikonduktor secara mandiri.

Dengan langkah ini, Indonesia dapat menjembatani kesenjangan antara kebutuhan teknologi nasional dan kapasitas lokal. Kemampuan mengembangkan chip strategis akan memberi nilai tambah signifikan bagi industri dalam negeri. Pemerintah optimis transformasi ini akan membawa Indonesia menjadi negara yang berdaya saing tinggi di kancah teknologi global.

Terkini