Sulbar Fokus Alokasikan Rp25 Miliar Infrastruktur Pasangkayu 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08:10 WIB
Sulbar Fokus Alokasikan Rp25 Miliar Infrastruktur Pasangkayu 2026

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pasangkayu. 

Meskipun menghadapi keterbatasan fiskal, pemerintah daerah pada 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar khusus untuk memperbaiki sarana dan prasarana di wilayah tersebut.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menekankan bahwa nilai anggaran memang tidak besar, namun fokus pemerintah adalah memastikan setiap rupiah digunakan secara tepat sasaran agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Pasangkayu.

“Anggarannya mungkin kecil, tetapi jika ditempatkan dengan benar, dikelola dengan baik, dan niatnya untuk kepentingan masyarakat, maka tetap akan memberi manfaat,” kata Suhardi Duka saat berada di Pasangkayu, Senin.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur daerah sambil tetap memperhatikan keterbatasan anggaran. Dalam situasi fiskal terbatas, penempatan dana yang efisien dan tepat guna menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar yang Semakin Positif

Di tengah upaya efisiensi anggaran, Gubernur Sulbar mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi provinsi menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Sulbar mencapai 5,36 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang sebelumnya menjadi target.

“Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi daerah berada di kisaran empat persen dan cenderung berada di bawah rata-rata nasional,” ujar Suhardi Duka. Peningkatan ini menjadi indikasi bahwa efisiensi fiskal dan alokasi anggaran yang tepat berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga berhasil menurunkan angka kemiskinan dan mempersempit rasio gini, yang menjadi indikator pengurangan ketimpangan ekonomi. “Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten yang semakin harmonis dalam menjalankan program pembangunan,” tambah Suhardi Duka.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa koordinasi yang baik antara berbagai lapisan pemerintahan mampu memberikan dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi Provinsi dan Kabupaten sebagai Kunci Pembangunan

Suhardi Duka menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dicapai secara parsial. “Pembangunan kini diarahkan pada kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar program pembangunan berjalan dalam satu arah kebijakan,” jelasnya.

Gubernur menegaskan bahwa koordinasi yang buruk akan menghambat efektivitas program. “Tidak boleh lagi kabupaten berjalan ke kiri sementara provinsi ke kanan. Sekarang kita satu langkah bersama menyelesaikan persoalan secara tuntas,” tegas Suhardi Duka.

Dengan sinergi ini, setiap program infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan hingga fasilitas publik lainnya, dapat disinergikan agar sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. Pendekatan ini diharapkan mempercepat pencapaian target pembangunan sekaligus memastikan manfaat yang dirasakan masyarakat lebih merata.

Upaya Memperkuat Dukungan Pemerintah Pusat

Meskipun pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran, Suhardi Duka mengakui bahwa banyak harapan masyarakat yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan kemampuan fiskal. Oleh karena itu, pemerintah Sulbar menerapkan skala prioritas pembangunan dan memperkuat hubungan dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan tambahan.

Pada 2025, pemerintah pusat telah menyalurkan lebih dari Rp20 miliar untuk pembangunan jalan daerah di Pasangkayu, di luar ruas jalan nasional. Untuk tahun 2026, Sulbar kembali memperjuangkan pendanaan pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk tiga ruas jalan yang diusulkan pemerintah kabupaten.

“Saya sudah dijanjikan pak Menteri Pekerjaan Umum (PU). Tapi kita juga memahami bahwa ada bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sehingga banyak anggaran PU yang dialokasikan untuk penanganan bencana di sana,” jelas Suhardi Duka.

Meski demikian, pemerintah provinsi tetap optimistis dukungan pusat akan terealisasi. Harapannya, kolaborasi ini dapat mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di Pasangkayu serta daerah lain di Sulbar, sehingga masyarakat merasakan manfaat yang lebih luas dari program pembangunan.

Dengan strategi tepat guna, koordinasi yang solid, dan dukungan pemerintah pusat, langkah Sulbar dalam membangun infrastruktur Kabupaten Pasangkayu diharapkan menjadi model pembangunan yang efektif dan berkelanjutan bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

Terkini

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Naik Rp40000

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:29 WIB

Harga Emas Pegadaian 24 Februari 2026 Naik UBS Tembus 3078

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:28 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini Naik Ke Rp54.950 Per Gram

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:26 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Dibuka Menguat Pagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:25 WIB