JAKARTA - Lembaga perbankan syariah terbesar di Indonesia berhasil meraih standar internasional dalam manajemen informasi privasi guna menjamin keamanan data seluruh pengguna layanan finansial mereka.
Pencapaian ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan ekosistem perbankan digital yang aman, transparan, serta selaras dengan regulasi pelindungan data pribadi yang berlaku di tingkat nasional maupun global.
Dengan diterimanya sertifikasi ini, bank tersebut memperkuat posisinya sebagai institusi keuangan yang mengedepankan prinsip kepercayaan nasabah melalui penerapan teknologi keamanan siber yang sangat ketat dan berlapis.
Berdasarkan laporan pencapaian pada Jumat 27 Februari 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk resmi memperoleh sertifikasi ISO 27701 sebagai standar manajemen sistem informasi privasi yang diakui secara luas di dunia.
Langkah strategis ini dilakukan sebagai respons terhadap semakin tingginya ancaman kejahatan digital serta untuk memberikan rasa tenang bagi nasabah yang melakukan transaksi melalui berbagai kanal digital perusahaan.
Pihak manajemen menekankan bahwa perlindungan data bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan amanah yang harus dijaga demi keberlangsungan hubungan jangka panjang antara bank dan masyarakat luas.
Penguatan Infrastruktur Keamanan Siber Perbankan Syariah
Penerapan standar ISO 27701 memastikan bahwa seluruh proses pengumpulan, penyimpanan, hingga pengolahan data nasabah dilakukan dengan prosedur yang sangat aman serta meminimalisir risiko kebocoran informasi sensitif.
Sertifikasi ini melengkapi standar keamanan informasi sebelumnya yang telah dimiliki perusahaan, sehingga menciptakan kerangka kerja perlindungan data yang komprehensif dari hulu hingga ke hilir operasional bank.
BSI secara rutin melakukan audit keamanan internal maupun eksternal guna mendeteksi potensi kerentanan sistem sejak dini agar dapat dilakukan langkah mitigasi yang tepat dan sangat cepat sebelum terjadi kendala teknis.
Peningkatan keamanan ini juga diiringi dengan edukasi secara masif kepada nasabah mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan identitas digital mereka sendiri dalam setiap interaksi transaksi perbankan sehari-hari.
Investasi pada teknologi keamanan siber menjadi prioritas utama perusahaan seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna aplikasi mobile banking yang menuntut standar perlindungan informasi tingkat tinggi.
Keberhasilan meraih sertifikasi internasional ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan syariah digital di masyarakat serta mendorong kepercayaan investor terhadap tata kelola perusahaan yang semakin profesional.
Kesiapan Menghadapi Implementasi Undang-Undang PDP
Raihan sertifikasi ISO 27701 menjadi bukti kesiapan bank dalam menyambut pemberlakuan penuh Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi yang menuntut kepatuhan tinggi dari setiap penyelenggara sistem elektronik.
Bank telah melakukan berbagai penyesuaian pada sistem manajemen data internal agar selaras dengan hak-hak pemilik data, termasuk hak untuk mendapatkan informasi mengenai penggunaan data mereka secara sangat transparan.
Informasi mengenai perolehan sertifikasi ISO oleh BSI ini disampaikan secara resmi pada Jumat 27 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan integritas sektor perbankan syariah nasional di mata publik.
Manajemen berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi keuangan yang tidak hanya canggih namun juga sangat menghormati privasi setiap individu yang menjadi bagian dari keluarga besar nasabah.
Diharapkan langkah ini menjadi standar bagi institusi keuangan lainnya di tanah air untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas perlindungan data guna menciptakan iklim ekonomi digital Indonesia yang sehat dan tangguh.
Sinergi antara teknologi mutakhir dan ketaatan terhadap prinsip-prinsip syariah akan membawa bank menuju masa depan yang lebih inklusif serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kemajuan umat dan bangsa Indonesia.
Harapan Peningkatan Kepercayaan Nasabah Di Era Digital
Keamanan data merupakan fondasi utama dalam membangun loyalitas nasabah, terutama di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif dengan kehadiran berbagai inovasi layanan keuangan berbasis digital.
Masyarakat kini semakin kritis dalam memilih mitra perbankan, di mana aspek keamanan privasi seringkali menjadi pertimbangan utama selain kemudahan fitur dan besaran imbal hasil yang ditawarkan oleh pihak bank.
Mari kita dukung upaya penguatan keamanan data ini dengan menjadi nasabah yang cerdas serta selalu waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan lembaga perbankan resmi melalui saluran komunikasi apapun.
Ketangguhan sistem keamanan BSI yang telah tersertifikasi internasional merupakan kado bagi seluruh rakyat Indonesia yang mendambakan layanan perbankan syariah yang modern, handal, serta penuh dengan keberkahan.
Pemerintah akan terus mengawal jalannya transformasi digital di sektor keuangan agar tetap berada pada koridor perlindungan konsumen yang kuat guna mendukung stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan setiap saat.
Semoga pencapaian ini memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus menghargai nilai privasi sebagai bagian dari etika berbisnis yang bermartabat di era keterbukaan informasi global yang sangat cepat berubah saat ini.