BNI

BNI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp197 Triliun Sepanjang 2025

BNI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp197 Triliun Sepanjang 2025
BNI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp197 Triliun Sepanjang 2025

JAKARTA - Komitmen sektor perbankan nasional dalam mendorong pembangunan berkelanjutan terus menunjukkan hasil nyata. 

Di tengah tantangan ekonomi global dan tuntutan transisi menuju ekonomi hijau, bank-bank besar di Indonesia mulai memperkuat peran strategisnya melalui pembiayaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Salah satu langkah konkret datang dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang sepanjang 2025 berhasil membangun portofolio pembiayaan berkelanjutan dalam skala signifikan. 

Capaian ini menegaskan arah transformasi BNI menuju lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga dampak jangka panjang.

Melalui integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), BNI memposisikan pembiayaan berkelanjutan sebagai fondasi utama strategi bisnis, sekaligus menjawab kebutuhan dunia usaha dalam menghadapi perubahan iklim dan tuntutan tata kelola yang lebih bertanggung jawab.

Penguatan Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp197 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut setara dengan 22 persen dari total kredit BNI, menandai penguatan peran perseroan dalam mendorong pembiayaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar menyampaikan bahwa portofolio pembiayaan berkelanjutan tersebut disalurkan ke berbagai sektor strategis yang memiliki dampak ekonomi dan lingkungan jangka panjang.

Portofolio ini mencakup pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, hingga pengelolaan air serta limbah. 

“Capaian ini mencerminkan komitmen BNI dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” ujar Alexandra.

Implementasi Pilar ESG Dalam Strategi Bisnis

Sepanjang 2025, BNI memperkuat implementasi keberlanjutan melalui tiga Pilar Keberlanjutan yang tertuang dalam ESG Blueprint, yakni Sustainable Finance, Corporate Sustainability, serta Inclusion & Resilience. Ketiga pilar tersebut menjadi kerangka utama dalam penerapan ESG di seluruh lini bisnis perseroan.

Pilar-pilar tersebut mengintegrasikan kerangka ESG dengan lima pilar keberlanjutan BNI, sehingga prinsip Environmental, Social, and Governance dapat diterapkan secara menyeluruh dan konsisten.

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi standar nasional dan internasional, tetapi juga memperkuat daya saing BNI dalam jangka panjang. 

Dengan integrasi ESG ke dalam strategi bisnis, BNI memastikan bahwa setiap aktivitas pembiayaan dan operasional selaras dengan manajemen risiko berkelanjutan.

Pengembangan Skema Pembiayaan Hijau

Dari sisi pembiayaan, BNI terus memperluas portofolio berkelanjutan melalui pengembangan skema Sustainability-Linked Loan dan green financing. Skema ini dirancang untuk mendorong peningkatan kinerja ESG debitur sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional.

Pembiayaan berkelanjutan tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada 2060. Dengan skema ini, debitur didorong untuk meningkatkan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.

Komitmen keuangan berkelanjutan BNI juga tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 yang memperoleh peringkat idAAA, serta Green Bond senilai Rp5 triliun pada 2022. Dana dari instrumen tersebut dialokasikan untuk pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial sesuai standar nasional dan internasional.

Peran Advisory Dan Operasional Berkelanjutan

Selain pembiayaan, BNI juga memperkuat peran advisory kepada debitur dalam proses transisi menuju praktik usaha berkelanjutan. Perseroan meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit, menjadikan BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang menyusun panduan tersebut.

BNI juga memberikan pendampingan teknis kepada debitur di sektor pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan, konstruksi dan real estate, serta transportasi dan logistik untuk penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia. Langkah ini membantu debitur menyesuaikan model bisnis dengan prinsip ESG.

Di sisi operasional, BNI menerapkan konsep Zero Waste to Landfill dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle di lima kantor pusat. Sepanjang 2025, perseroan berhasil mendaur ulang 611,5 ton limbah padat atau setara dengan 100 persen dari total limbah padat yang dihasilkan.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya BNI menekan dampak lingkungan dari aktivitas operasional,” tegas Alexandra.

Dengan berbagai capaian tersebut, BNI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat penerapan ESG dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagai bagian integral dari strategi jangka panjang. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memperkuat peran BNI dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index