Harry Potter

Karakter Harry Potter Warnai Tren Dekorasi Imlek China 2026

Karakter Harry Potter Warnai Tren Dekorasi Imlek China 2026
Karakter Harry Potter Warnai Tren Dekorasi Imlek China 2026

JAKARTA - Perayaan Imlek di China tahun ini menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. 

Di tengah dominasi warna merah dan simbol-simbol tradisional, sosok fiksi dari dunia sihir justru mencuri perhatian. Karakter Draco Malfoy dari serial Harry Potter mendadak muncul sebagai elemen dekorasi Imlek yang viral dan digemari banyak orang.

Fenomena ini berawal dari cara masyarakat China memaknai bahasa dan simbol. Nama Draco Malfoy dalam versi Mandarin ternyata memiliki asosiasi yang dianggap selaras dengan harapan keberuntungan pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026. 

Tanpa diduga, tokoh antagonis tersebut berubah menjadi ikon budaya pop yang menyatu dengan tradisi.

Makna Nama Malfoy dalam Budaya Mandarin

Di China, Draco Malfoy dikenal dengan nama “m? ?r fú”. Nama ini memiliki makna unik karena terdiri dari karakter Mandarin yang sarat simbol. Karakter pertama “?” dibaca m? berarti kuda, sementara karakter terakhir “?” dibaca berarti keberuntungan atau berkah.

Kombinasi makna tersebut dinilai sangat relevan dengan perayaan Imlek tahun ini yang bertepatan dengan tahun kuda. Dalam budaya China, kuda sering dikaitkan dengan semangat, keberanian, dan kelancaran rezeki.

 Sementara itu, karakter sudah lama menjadi simbol utama keberuntungan yang hampir selalu hadir dalam dekorasi Tahun Baru Imlek.

Asosiasi inilah yang membuat nama Malfoy terasa “menguntungkan” di telinga masyarakat. Bagi banyak penggemar, kemunculan Malfoy dalam dekorasi Imlek bukan sekadar tren iseng, melainkan bentuk permainan simbol yang cerdas dan sarat makna.

Fúzì Malfoy dan Antusiasme Penggemar

Penggemar Harry Potter di China pun merespons fenomena ini dengan antusias. Banyak dari mereka mencetak foto pemeran Draco Malfoy, Tom Felton, lalu memasangnya sebagai fúzì. Fúzì merupakan dekorasi Imlek berbentuk persegi berwarna merah yang biasanya menampilkan karakter “?” sebagai lambang keberuntungan.

Menariknya, sejumlah penggemar memasang fúzì Malfoy dalam posisi terbalik. Dalam tradisi China, karakter yang dipasang terbalik memiliki makna khusus. Kata “terbalik” dan “tiba” dalam bahasa Mandarin sama-sama dilafalkan sebagai “dào”, sehingga pemasangan terbalik diartikan sebagai keberuntungan yang segera datang.

Kreativitas ini membuat dekorasi Malfoy terasa semakin relevan dengan tradisi Imlek. Sosok yang dalam cerita dikenal dingin dan antagonis justru diinterpretasikan ulang sebagai simbol datangnya rezeki dan harapan baik di tahun baru.

Kaitan Shio dan Citra Draco Malfoy

Popularitas Malfoy pada Imlek kali ini juga diperkuat oleh latar belakang karakternya dalam cerita. Draco Malfoy dikenal sebagai siswa asrama Slytherin yang identik dengan simbol ular. Tahun 2025 yang merupakan tahun shio ular akan berakhir pada 16 Februari dan kemudian digantikan dengan tahun kuda.

Peralihan dua shio ini dinilai selaras dengan karakter Malfoy, yang secara simbolik “menghubungkan” ular dan kuda. Kombinasi tersebut membuat sosok Malfoy terasa semakin relevan secara budaya, meskipun berasal dari dunia fiksi Barat.

Popularitas ini bahkan mendapat respons langsung dari Tom Felton. Pada pekan lalu, akun Instagram Tom Felton mengunggah ulang konten yang menampilkan sebuah pusat perbelanjaan di China. Di layar LED besar pusat perbelanjaan tersebut terpampang foto dirinya disertai tulisan “kesadaran magis yang menarik seratus macam rezeki”, sebuah frasa yang menambah kesan unik dari tren ini.

Media Sosial dan Dampak Ekonomi Tren

Tren dekorasi Imlek bertema Malfoy bermula dari media sosial berbasis foto dan video asal China, Xiaohongshu. Pada pertengahan Januari, salah satu penggemar Harry Potter membagikan desain fúzì Malfoy dan mendapat sambutan hangat dari pengguna lain. Dari satu unggahan sederhana, tren ini kemudian menyebar luas.

Di Xiaohongshu dan berbagai situs belanja daring, banyak penjual mulai menawarkan berbagai produk bergambar Malfoy. Produk yang dijual tidak hanya fúzì, tetapi juga tempat ponsel hingga magnet kulkas dengan desain serupa. Harga yang ditawarkan pun beragam, menjangkau konsumen dari berbagai kalangan.

Salah satu akun Xiaohongshu menjual magnet kulkas bergambar Malfoy seharga 27 RMB atau sekitar Rp65 ribu. Produk tersebut tercatat telah terjual sebanyak 5 ribu buah, menunjukkan tingginya minat pasar terhadap tren ini.

Fenomena ini juga menegaskan besarnya pengaruh Harry Potter di China. Media pemerintah China menyebut bahwa buku Harry Potter diperkirakan telah terjual sekitar 200 juta eksemplar sejak versi bahasa Mandarin dirilis pada tahun 2000. 

Popularitas jangka panjang ini membuat karakter-karakter dalam serial tersebut mudah diterima dan diadaptasi ke dalam konteks budaya lokal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index