JAKARTA - Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera terus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berlangsung, Presiden Prabowo Subianto disebut secara aktif memantau perkembangan di lapangan dan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Pemerintah tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga pada keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait progres yang telah dicapai.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kepala negara menginginkan laporan perkembangan yang disampaikan secara rutin dan transparan. Dalam konferensi pers percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, ia menyampaikan bahwa komunikasi publik menjadi bagian penting dari proses pemulihan tersebut.
"Bapak Presiden Prabowo terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana dan ingin agar Satgas serta setiap menteri terkait terus menyampaikan update berkala kepada publik," kata Teddy.
Pernyataan tersebut juga disampaikan melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi akurat dan terkini mengenai langkah-langkah rehabilitasi yang dilakukan.
Dua Bulan Penanganan, Hasil Nyata Mulai Terlihat
Memasuki dua bulan sejak penanganan pascabencana dimulai, pemerintah mencatat sejumlah capaian signifikan. Teddy menjelaskan bahwa data dan kondisi di lapangan menunjukkan hasil konkret dari kerja cepat yang dilakukan pemerintah bersama berbagai unsur pendukung.
Keterlibatan TNI, Polri, relawan, hingga partisipasi aktif masyarakat dinilai berperan besar dalam mempercepat pemulihan. Sinergi lintas sektor tersebut mendorong perbaikan infrastruktur dan layanan dasar berjalan lebih efektif.
Dalam sektor perumahan, sebanyak 5.500 unit hunian telah selesai dibangun. Dari jumlah tersebut, 1.500 unit bahkan rampung pada bulan pertama penanganan. Angka ini menjadi indikator percepatan respons pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Perbaikan infrastruktur konektivitas juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 98 jembatan yang sebelumnya terdampak kini telah terbangun kembali. Selain itu, 99 ruas jalan nasional yang sempat terganggu kini telah berfungsi sepenuhnya, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan lancar.
Layanan Publik dan Aktivitas Ekonomi Berangsur Pulih
Tidak hanya infrastruktur fisik, pemulihan layanan publik juga menjadi prioritas utama. Teddy menyampaikan bahwa sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas kini telah kembali melayani masyarakat. Kembalinya fasilitas kesehatan ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kondisi sosial masyarakat tetap terjaga.
Sektor pendidikan pun menunjukkan perkembangan positif. Hampir seluruh sekolah di wilayah terdampak bencana telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, anak-anak yang sempat terdampak kini dapat kembali mengikuti proses belajar secara normal.
Aktivitas ekonomi masyarakat juga mulai bergerak. Pasar-pasar yang sebelumnya terdampak kini berangsur pulih, begitu pula rantai distribusi dan kegiatan perdagangan. Pemulihan ekonomi lokal ini dinilai krusial untuk mengembalikan stabilitas sosial dan kesejahteraan warga.
Selain pembangunan fisik dan pemulihan layanan, pemerintah turut memprioritaskan penyaluran dana kepada pemerintah daerah serta bantuan langsung kepada warga terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera terpenuhi.
"Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan yang diperlukan sesegera mungkin," kata Seskab Teddy.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung daerah secara maksimal, baik melalui dukungan anggaran maupun kebijakan strategis.
Perhatian Khusus Jelang Ramadan
Menjelang bulan suci Ramadan, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik, tetapi juga pada stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan di wilayah terdampak bencana.
Kondisi pascabencana berpotensi memengaruhi distribusi dan harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan tanpa menghadapi lonjakan harga atau kelangkaan stok.
"Terkait satu minggu menjelang bulan Ramadhan, Bapak Presiden ingin memastikan harga-harga dan ketersedian stok bahan pangan benar-benar ada dan benar-benar terjangkau di daerah terdampak bencana," pungkas dia.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Pemerintah berupaya memastikan bahwa momentum Ramadan dapat dijalani dengan tenang oleh warga terdampak.
Dengan pemantauan langsung dari Presiden, pelaporan berkala kepada publik, serta percepatan rehabilitasi di berbagai sektor, proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera menunjukkan progres yang signifikan. Meski pekerjaan masih terus berjalan, capaian dalam dua bulan terakhir menjadi indikator bahwa langkah-langkah yang ditempuh pemerintah mulai membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.