Bank Indonesia

Bank Indonesia Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Dorong Ekspansi 2026

Bank Indonesia Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Dorong Ekspansi 2026
Bank Indonesia Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Dorong Ekspansi 2026

JAKARTA - Awal tahun sering menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk membaca arah ekonomi. 

Bank Indonesia Kegiatan Dunia Usaha Diprediksi Meningkat di Awal 2026 menjadi sinyal positif bagi prospek pertumbuhan regional. Hasil survei terbaru menunjukkan keyakinan yang kian menguat di berbagai sektor.

Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memprediksi kegiatan dunia usaha akan mengalami peningkatan pada awal tahun atau Triwulan I 2026. Proyeksi tersebut mencerminkan ekspektasi pelaku usaha terhadap permintaan yang terus membaik. Indikator utama menunjukkan arah ekspansi yang berlanjut.

Pelaksana Harian Kepala BI Jawa Tengah, Andi Reina Sari mengatakan responden memprakirakan kegiatan usaha pada Triwulan I 2026 berada dalam tren peningkatan lanjutan. Nilai Saldo Bersih Tertimbang tercatat sebesar 32,14 persen. Angka ini menandakan optimisme yang relatif tinggi dibanding periode sebelumnya.

‘’Seluruh kinerja Lapangan Usaha (LU) juga diprakirakan tumbuh positif terutama pada LU Industri Pengolahan (9,33 persen), LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (6,40 persen), serta LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (5,26 persen),’’ ungkapnya. Pernyataan tersebut menegaskan kekuatan sektor utama penopang ekonomi daerah.

Selain sektor tersebut, sejumlah lapangan usaha lain juga diprakirakan mencatat pertumbuhan. Sektor jasa keuangan, konstruksi, informasi dan komunikasi, transportasi dan pergudangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum menunjukkan prospek positif. Peningkatan ini seiring dengan naiknya permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Idulfitri.

Seluruh Lapangan Usaha Tumbuh Positif

Pertumbuhan merata di berbagai sektor menjadi indikator penting kesehatan ekonomi. Industri pengolahan diproyeksikan menjadi salah satu kontributor utama dalam ekspansi awal tahun. Aktivitas produksi dan distribusi diperkirakan bergerak lebih dinamis.

Perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan motor turut memperlihatkan sinyal penguatan. Sektor ini biasanya responsif terhadap peningkatan konsumsi masyarakat. Ketika daya beli membaik, aktivitas perdagangan ikut terdorong.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga diprakirakan mencatat kinerja positif. Stabilitas produksi dan distribusi hasil panen menjadi faktor pendukung. Kombinasi sektor primer dan sekunder ini memperkuat struktur ekonomi regional.

Pertumbuhan jasa keuangan dan konstruksi turut menambah keyakinan pelaku usaha. Informasi dan komunikasi serta transportasi dan pergudangan juga memperlihatkan geliat. Penyediaan akomodasi dan makan minum diproyeksikan terdorong oleh momentum musiman.

Kinerja Meningkat pada Triwulan IV 2025

Sebelum memasuki Triwulan I 2026, dunia usaha telah menunjukkan penguatan pada Triwulan IV 2025. Nilai SBT tercatat sebesar 9,56 persen, lebih tinggi dibanding Triwulan III 2025 sebesar 6,01 persen. Peningkatan ini menjadi fondasi optimisme awal tahun.

Kinerja lapangan usaha tercatat positif dengan kenaikan signifikan pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Momentum musim panen pada triwulan tersebut menjadi pendorong utama. Aktivitas produksi meningkat seiring hasil panen yang melimpah.

‘’Perkembangan ini sejalan dengan musim panen yang sedang berlangsung pada triwulan IV 2025. Selain itu, kinerja LU Transportasi dan Pergudangan (1,63 persen), LU Jasa Lainnya (1,25 persen), LU Pertambangan dan Penggalian (0,85 persen), Real Estate (0,82 persen), serta LU Perdagangan Besar Eceran dan Reparasi Mobil Motor (0,58 persen) turut mencatatkan pertumbuhan positif seiring pertumbuhan permintaan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru),’’ jelas Andi. Pernyataan tersebut menyoroti kontribusi periode musiman terhadap pertumbuhan.

Momentum Natal dan Tahun Baru mendorong konsumsi serta mobilitas masyarakat. Dampaknya terasa pada sektor transportasi, perdagangan, hingga jasa lainnya. Peningkatan aktivitas tersebut memperkuat capaian triwulan akhir tahun.

Kapasitas Produksi Terus Menguat

Kapasitas produksi terpakai pada Triwulan IV 2025 tercatat sebesar 71,46 persen. Angka ini meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 69,89 persen. Peningkatan menunjukkan pemanfaatan fasilitas produksi yang lebih optimal.

Kenaikan kapasitas produksi didorong oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar 15,42 persen. Sektor pengadaan air tumbuh 5,25 persen, sementara industri pengolahan naik 2,45 persen. Penguatan ini mencerminkan peningkatan permintaan dan aktivitas produksi.

Pemanfaatan kapasitas yang lebih tinggi menjadi indikator ekspansi. Dunia usaha dinilai mampu merespons kenaikan kebutuhan pasar. Hal ini memperlihatkan kesiapan sektor riil dalam mendukung pertumbuhan.

Tenaga Kerja dan Kondisi Keuangan Stabil

Penggunaan tenaga kerja terindikasi tetap kuat dan berada dalam fase ekspansi sebesar 0,80 persen. Capaian ini membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di minus 6,44 persen. Perbaikan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas operasional perusahaan.

Stabilitas tenaga kerja menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Ketika perusahaan meningkatkan utilisasi, kebutuhan tenaga kerja pun ikut terdorong. Kondisi ini memberi dampak positif pada pendapatan masyarakat.

‘’Penggunaan tenaga kerja terindikasi tetap kuat dan berada dalam fase ekspansi (0,80 persen) dibandingkan triwulan sebelumnya (minus 6,44 persen). Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum berada dalam kondisi baik, terutama pada aspek Likuiditas, Rentabilitas, dan Akses Kredit,'' tandasnya. Pernyataan ini menegaskan fundamental dunia usaha yang solid.

Kondisi likuiditas yang baik memberi ruang bagi perusahaan menjalankan operasional dengan lancar. Rentabilitas yang terjaga memperlihatkan kemampuan menghasilkan laba. Akses kredit yang memadai turut mendukung ekspansi usaha.

Secara keseluruhan, proyeksi awal tahun menunjukkan arah pertumbuhan yang konsisten. Dukungan permintaan musiman dan kinerja sektor utama menjadi penggerak utama. Optimisme ini diharapkan berlanjut sepanjang 2026 dengan stabilitas yang tetap terjaga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index