Jasa Marga

Jasa Marga Lakukan Rekonstruksi Jalan Tol, GT Kalihurip Utama Ditutup Sementara

Jasa Marga Lakukan Rekonstruksi Jalan Tol, GT Kalihurip Utama Ditutup Sementara
Jasa Marga Lakukan Rekonstruksi Jalan Tol, GT Kalihurip Utama Ditutup Sementara

JAKARTA - Upaya menjaga kualitas infrastruktur jalan tol terus dilakukan demi memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna. 

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pelaksanaan rekonstruksi perkerasan jalan di ruas strategis Tol Cipularang. Dampaknya, akses menuju Gerbang Tol Kalihurip Utama 6 untuk sementara waktu tidak dapat digunakan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penutupan sementara akses menuju Gerbang Tol Kalihurip Utama 6. Kebijakan ini diambil menyusul adanya pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di KM 67+000 lajur gerbang tol tersebut arah Jakarta ruas Tol Cipularang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga standar pelayanan.

Penutupan akses dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kelancaran pekerjaan. Perusahaan memastikan bahwa rekonstruksi berjalan sesuai prosedur teknis yang berlaku. Dengan demikian, kualitas jalan diharapkan tetap terjaga optimal.

Latar Belakang dan Pelaksana Pekerjaan

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, menyampaikan keterangan terkait pekerjaan tersebut di Karawang. 

Ia menjelaskan bahwa rekonstruksi perkerasan jalan dikerjakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT). Pelaksanaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab pengelola jalan tol.

Rekonstruksi perkerasan dilakukan sebagai program pemeliharaan berkala. Program ini bertujuan memastikan kondisi jalan tetap memenuhi standar pelayanan minimal. Selain itu, langkah tersebut mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Menurutnya, pekerjaan telah dijadwalkan dengan waktu pelaksanaan tertentu. Proses pekerjaan dimulai Rabu pukul 00.00 WIB hingga Jumat pukul 12.00 WIB. Rentang waktu tersebut dipilih guna mengoptimalkan efektivitas pengerjaan di lapangan.

Pengaturan Lalu Lintas Selama Penutupan

Selama pekerjaan berlangsung, atas diskresi pihak kepolisian dilakukan penutupan sementara akses menuju Gerbang Tol Kalihurip Utama 6. Kebijakan ini bersifat sementara dan hanya berlaku selama masa rekonstruksi. Langkah tersebut diambil demi menjaga keselamatan pengguna dan petugas.

Seiring dengan penutupan tersebut, pengguna jalan tol yang hendak menuju arah Jakarta diarahkan melakukan transaksi di Gerbang Tol Kalihurip Utama 2. Pengalihan ini dimaksudkan agar arus kendaraan tetap terlayani. Dengan skema tersebut, distribusi kendaraan dapat diatur lebih efektif.

Lajur yang menjadi objek pekerjaan untuk sementara waktu tidak dapat dilintasi. Namun, lajur lainnya tetap difungsikan sebagai jalur lalu lintas. Pengaturan ini dilakukan agar mobilitas kendaraan tetap berjalan meski ada pembatasan.

Langkah Mitigasi dan Koordinasi

Untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas, Jasamarga Metropolitan Tollroad telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya adalah pemasangan rambu-rambu sebelum area kerja. Penempatan rambu dilakukan agar pengguna dapat mengantisipasi perubahan arus.

Selain itu, dilakukan pengaturan dan pembatasan area pekerjaan secara optimal. Area kerja ditata sedemikian rupa untuk menjaga keselamatan serta kelancaran kendaraan yang melintas. Skema ini bertujuan mengurangi potensi kepadatan selama proses rekonstruksi.

Koordinasi juga dilakukan bersama Kepolisian Patroli Jalan Raya (PJR) dan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO). Sinergi tersebut penting guna memastikan pengawasan dan pengendalian lalu lintas berjalan efektif. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan membantu pengguna yang membutuhkan informasi.

Imbauan dan Komitmen Pelayanan

Pihak Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pekerjaan ini. Permohonan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab kepada pengguna jalan. Perusahaan memahami bahwa penutupan akses dapat memengaruhi waktu tempuh perjalanan.

Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati selama melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Kepatuhan terhadap rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan menjadi hal penting. Dengan disiplin berlalu lintas, potensi risiko dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain itu, masyarakat diminta mengatur waktu dan rute perjalanan dengan baik. Perencanaan perjalanan akan membantu menghindari kepadatan di titik tertentu. Langkah ini sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama masa rekonstruksi berlangsung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index