Kecantikan

Tips Memilih Produk Kecantikan Aman dan Cara Menghindari Bahan Berbahaya

Tips Memilih Produk Kecantikan Aman dan Cara Menghindari Bahan Berbahaya
Tips Memilih Produk Kecantikan Aman dan Cara Menghindari Bahan Berbahaya

JAKARTA - Dalam dinamika kehidupan modern, menjaga penampilan bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah bentuk investasi diri yang fundamental. Bagi banyak orang, terutama kaum perempuan, kondisi fisik yang terawat sering kali menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan diri dan peluang dalam berbagai bidang kehidupan. Namun, di tengah banjirnya produk kecantikan yang menawarkan janji-janji instan, kesadaran akan keamanan produk sering kali terabaikan. Padahal, kesalahan dalam memilih produk perawatan kulit dapat berakibat fatal bagi kesehatan jangka panjang.

Pentingnya edukasi bagi konsumen mengenai pemilihan kosmetik ini menjadi topik utama dalam perbincangan di program "Teras UMKM Lokak Kito" bersama RRI Pro 4 Palembang, pada Selasa, 5 Februari 2026. Menghadirkan Vilian Agustina, pemilik Vili Cosmetic, diskusi ini menggarisbawahi bahwa kecantikan sejati hanya bisa diraih melalui proses yang sehat dan produk yang teruji keamanannya.

Menjadikan Perawatan Diri sebagai Aset Kehidupan

Memandang kecantikan sebagai sebuah aset adalah langkah awal bagi seseorang untuk lebih berhati-hati dalam memperlakukan tubuhnya. Vilian Agustina menegaskan bahwa setiap individu harus memiliki standar yang ketat sebelum memutuskan untuk menggunakan suatu produk pada kulit mereka. “Merawat diri dan kecantikan saat penting bagi semua orang, khususnya kaum wanita, karena itu dapat menjadi aset dan modal dalam segala hal, namun dalam pemilihan produk kecantikan kita harus selektif jangan mudah tergiur dengan hasil yang instan,” ungkap Vilian.

Kesadaran ini sangat krusial mengingat maraknya peredaran produk tanpa izin yang menjanjikan perubahan warna kulit atau tekstur wajah secara drastis dalam waktu singkat. Vilian mengingatkan bahwa janji-janji manis tersebut sering kali menjadi jebakan bagi mereka yang tidak memahami bahaya bahan kimia keras yang mungkin terkandung di dalamnya.

Perjalanan Bisnis yang Berbasis pada Interaksi dan Edukasi

Vilian bukan pemain baru di dunia kosmetik. Ia telah merintis usahanya sejak awal tahun 2019, tepat ketika dunia mulai dihantam pandemi Covid-19. Memulai langkahnya melalui penjualan daring selama satu tahun, ia kemudian memantapkan diri untuk terjun lebih dalam ke bisnis kecantikan secara luring pada tahun 2020 dengan membuka toko fisik.

Bagi Vilian, memiliki toko fisik bukan sekadar soal transaksi jual beli, melainkan tentang membangun kedekatan dan memberikan edukasi langsung kepada pelanggan. “Saya suka berjualan secara langsung berinteraksi dengan customer yang banyak berkonsultasi secara langsung terkait produk yang aman bagi kesehatan dan perawatan kecantikan, dengan interaksi tersebut saya dapat memberikan edukasi kepada customer untuk tidak mudah termakan iklan dengan hasil instan, karena produk yang instan sering kali mengandung bahan yang berbahaya,” jelasnya.

Melalui konsultasi tatap muka ini, Vilian berusaha meluruskan persepsi masyarakat yang sering kali keliru mengenai harga dan kualitas. Menurutnya, mendapatkan kulit yang cantik dan sehat tidak selalu harus merogoh kocek terlalu dalam. Ia menekankan bahwa banyak produk berkualitas dengan harga terjangkau yang telah memenuhi standar keamanan dan aman digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa mengandung zat berbahaya.

Langkah Praktis Mengidentifikasi Produk Berbahaya

Sebagai bentuk proteksi diri, konsumen dibekali dengan cara-cara sederhana untuk mengenali apakah sebuah produk kosmetik layak digunakan atau tidak. Vilian membagikan beberapa metode uji mandiri yang bisa dilakukan sebelum membeli produk. “Dalam membeli produk kecantikan, sebelum membeli berikut beberapa tips yang dapat membantu customer agar tidak salah dalam memilih produk, hendaklah lihat kandungan yang ada dalam produk tersebut, lalu jika ada tester sebelum digunakan di kulit khusus nya kulit wajah, cobalah sedikit di kulit punggung tangan anda, jika tangan mengalami ruam merah dan terasa gatal itu pertanda produk tersebut mengandung bahan berbahaya,” paparnya secara rinci.

Langkah preventif seperti melakukan patch test (uji tempel) pada area kulit selain wajah sangat disarankan untuk melihat reaksi sensitivitas kulit terhadap kandungan tertentu. Selain itu, ketelitian dalam membaca label kandungan menjadi syarat mutlak bagi konsumen cerdas di era digital ini.

Pentingnya Lisensi dan Masa Berlaku Produk

Selain kandungan bahan aktif, aspek legalitas dan masa kedaluwarsa sering kali luput dari perhatian pembeli. Padahal, dua hal ini adalah indikator utama apakah sebuah produk berada di bawah pengawasan otoritas kesehatan atau tidak. Produk yang memiliki lisensi resmi menjamin bahwa proses produksinya telah melalui uji klinis yang ketat.

Di penghujung perbincangan, Vilian mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memeriksa izin edar serta tanggal kedaluwarsa produk. Ia mengingatkan bahwa kulit wajah adalah aset yang sangat rapuh jika terpapar bahan kimia terlarang secara terus-menerus. “Jangan sampai kita mengorbankan aset berharga berupa wajah dan kulit yang sehat dengan kesalahan dan ketidak hati hatian kita dalam memilih produk kecantikan, terlalu berbahaya dan akan sangat merugikan diri kita sendiri,” pungkasnya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik keinginan untuk tampil menawan, ada tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan tubuh. Menjadi konsumen yang selektif dan teredukasi adalah kunci utama untuk mendapatkan kecantikan yang aman, berkelanjutan, dan tidak merugikan di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index