KAI

KAI Siapkan Jutaan Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026

KAI Siapkan Jutaan Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026
KAI Siapkan Jutaan Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Momentum mudik Lebaran 2026 semakin dekat dan kebutuhan transportasi publik mulai meningkat di berbagai daerah. 

PT Kereta Api Indonesia memastikan ketersediaan tiket masih cukup besar bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan. Kesempatan ini menjadi peluang bagi calon penumpang untuk segera menentukan jadwal keberangkatan tanpa harus terburu-buru.

Perusahaan mencatat tiket Angkutan Lebaran 2026 yang masih tersedia mencapai 2,27 juta tempat duduk saat ini. Masyarakat dapat segera memesan tiket untuk melakukan perjalanan menuju berbagai kota tujuan pada musim libur Lebaran nanti. 

Ketersediaan tersebut diharapkan mampu mengakomodasi lonjakan mobilitas tahunan yang selalu terjadi menjelang hari raya.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 1.826.091 tiket telah terjual dari total 4.103.805 kapasitas kursi yang disediakan. Penjualan tiket untuk periode keberangkatan 11 Maret 2026 sampai 1 April 2026 terus menunjukkan tren positif dari hari ke hari. Peningkatan ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik lebih awal.

Ketersediaan Tiket dan Tingkat Keterisian

Kapasitas Kereta Api Jarak Jauh secara nasional telah terisi sekitar 51,44 persen dari total 3.492.205 tempat duduk yang tersedia. Angka tersebut memperlihatkan bahwa separuh kursi sudah diamankan oleh pelanggan dari berbagai wilayah. Meski demikian, masih terdapat ruang cukup luas bagi calon penumpang yang belum mendapatkan tiket.

Rute perjalanan dari wilayah Jabodetabek menuju arah timur tetap menjadi pilihan favorit masyarakat. Kota-kota tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat permintaan yang konsisten tinggi setiap musim mudik. Kondisi ini sejalan dengan pola perjalanan tahunan yang didominasi arus keberangkatan dari ibu kota menuju daerah asal.

Sebanyak 29.875 tiket Kereta Api Lokal telah terjual dari total 611.600 kapasitas yang tersedia saat ini. Penjualan tiket lokal umumnya baru dapat dilakukan mulai tujuh hari sebelum tanggal keberangkatan. Aturan tersebut membuat angka keterisian kereta lokal masih relatif rendah dibandingkan layanan jarak jauh.

Rute Favorit dan Arah Balik

Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa arus balik Lebaran justru masih memiliki tingkat keterisian yang rendah. Perjalanan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jabodetabek masih menyediakan cukup banyak kursi kosong. Situasi ini membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin merencanakan kepulangan dengan lebih fleksibel.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba menyampaikan bahwa momentum libur panjang dapat dimanfaatkan untuk menyusun rencana perjalanan lebih awal. 

Ia menekankan bahwa mahasiswa dan pekerja asal Jabodetabek yang berada di Yogyakarta, Semarang, Solo, maupun Surabaya masih memiliki banyak opsi jadwal kembali. Tingkat keterisian untuk arah balik dinilai lebih rendah sehingga peluang mendapatkan tiket lebih besar.

“Momentum libur Lebaran dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyusun perjalanan lebih awal. Bagi mahasiswa dan pekerja asal Jabodetabek yang saat ini berada di Yogyakarta, Semarang, Solo, maupun Surabaya, pilihan jadwal kembali masih cukup terbuka dengan tingkat keterisian yang lebih rendah,” ujar Anne. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perencanaan dini menjadi kunci kelancaran perjalanan mudik dan balik.

Strategi Pemesanan dan Antisipasi Penumpang

Masyarakat juga dapat memanfaatkan skema persambungan kereta apabila tiket langsung ke tujuan utama telah habis terjual. Alternatif ini memungkinkan perjalanan tetap berlangsung meskipun harus transit di kota tertentu. Selain itu, memilih tanggal keberangkatan dengan tingkat keterisian lebih rendah menjadi strategi yang disarankan.

Pihak penyedia layanan menyarankan pelanggan untuk mengatur jadwal kepulangan lebih dini agar perjalanan keluarga tetap nyaman. Fleksibilitas dalam memilih hari keberangkatan dapat membantu menghindari kepadatan puncak arus mudik. Langkah ini sekaligus mendukung distribusi penumpang yang lebih merata selama periode Angkutan Lebaran.

"Saya masih tetap yakin tiket Jakarta-Yogyakarta masih tetap aman. Saya akan berusaha saat 'war tiket' dulu seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Andi, calon penumpang Kereta Api Jarak Jauh. Keyakinan tersebut menggambarkan optimisme masyarakat dalam mendapatkan tiket meskipun persaingan pemesanan kerap terjadi.

Komitmen Layanan Selama Angkutan Lebaran

KAI terus memantau pergerakan penjualan tiket secara berkala guna memastikan ketersediaan tetap terkendali. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk melihat tren permintaan di berbagai rute utama. Upaya ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kapasitas dan kebutuhan masyarakat.

Selain memantau penjualan, perusahaan juga memastikan kesiapan operasional sarana dan prasarana selama masa Angkutan Lebaran 2026. Seluruh armada dipersiapkan agar mampu melayani lonjakan penumpang dengan aman dan tepat waktu. Koordinasi lintas unit dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan perjalanan.

Dengan sisa 2,27 juta tiket yang masih tersedia, peluang masyarakat untuk merencanakan mudik tetap terbuka lebar. Perencanaan yang matang dan pemesanan lebih awal akan membantu menghindari kendala kehabisan tiket. Ketersediaan ini menjadi kabar positif bagi calon penumpang yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index