MBG

Badan Gizi Nasional Kucurkan Dana Rp 500 Juta Per Dapur MBG

Badan Gizi Nasional Kucurkan Dana Rp 500 Juta Per Dapur MBG
Badan Gizi Nasional Kucurkan Dana Rp 500 Juta Per Dapur MBG

JAKARTA - Badan Gizi Nasional mengumumkan rencana pengalokasikan anggaran fantastis senilai Rp 500 juta setiap harinya untuk operasional satuan pelayanan dapur Makan Bergizi Gratis.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan langkah masif guna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa perputaran uang di tingkat lokal akan meningkat drastis seiring dengan pendirian ribuan satuan pelayanan dapur yang tersebar di daerah.

Dana sebesar Rp 500 juta tersebut akan digunakan untuk pengadaan bahan baku pangan dari petani dan peternak lokal demi memenuhi standar gizi para peserta program nasional.

Perputaran Ekonomi Lokal Melalui Satuan Pelayanan Dapur Makan Bergizi Gratis

Dalam penjelasannya pada Jumat 27 Februari 2026, Dadan Hindayana menekankan bahwa setiap satuan pelayanan akan melayani sekitar 3.000 anak sekolah di setiap wilayah operasional masing-masing.

Anggaran harian yang mencapai Rp 500 juta ini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan karena bahan pangan harus diserap dari sumber daya lokal terdekat.

BGN menargetkan pendirian satuan pelayanan ini akan menciptakan ekosistem bisnis yang sehat bagi pelaku UMKM pangan, mulai dari penyedia beras, telur, daging, hingga sayuran segar harian.

Strategi Penyaluran Dana Operasional Dan Pengawasan Ketat Badan Gizi Nasional

Penyaluran dana harian ini akan dilakukan melalui mekanisme transfer yang transparan guna memastikan setiap dapur memiliki likuiditas yang cukup untuk membeli bahan makanan segar setiap pagi.

Pengawasan ketat juga akan diberlakukan agar kualitas makanan yang dihasilkan tetap terjaga sesuai standar kesehatan dan tidak ada penyalahgunaan anggaran yang merugikan uang negara di lapangan.

BGN akan bekerja sama dengan jajaran aparat penegak hukum serta lembaga auditor untuk memantau aliran dana Rp 500 juta tersebut agar tepat sasaran bagi perbaikan gizi anak.

Dampak Sosial Dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

Melalui suntikan dana harian yang sangat besar ini, pemerintah optimis tingkat stunting dan masalah gizi buruk pada anak sekolah dapat ditekan hingga ke level paling rendah.

Program ini bukan sekadar memberikan makan siang cuma-cuma, melainkan sebuah investasi jangka panjang negara untuk mencetak generasi unggul yang memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik di sekolah.

Dadan Hindayana menyebutkan bahwa jika sistem ini berjalan serentak, maka nilai transaksi belanja pangan di tingkat akar rumput akan mencapai angka triliunan rupiah setiap bulan berjalan.

Keterlibatan Petani Dan Peternak Lokal Dalam Rantai Pasok Nasional

Badan Gizi Nasional mewajibkan setiap pengelola dapur untuk memprioritaskan pembelian hasil panen dari petani di sekitar lokasi satuan pelayanan sebagai syarat utama operasional program MBG.

Langkah ini diambil agar kesejahteraan petani meningkat karena mereka mendapatkan kepastian pasar dengan harga yang stabil untuk menjual hasil bumi mereka secara langsung kepada pemerintah daerah.

Sinergi antara pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi ini merupakan kunci utama keberhasilan visi pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang berbasis pada kekuatan rakyat kecil di daerah.

Target Pembangunan Ribuan Satuan Pelayanan Dapur Di Seluruh Indonesia

Pemerintah menargetkan akan membangun puluhan ribu satuan pelayanan dapur dalam beberapa tahun ke depan guna menjangkau seluruh anak sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas.

Setiap pembangunan satuan pelayanan akan dilakukan melalui analisis mendalam terkait kebutuhan gizi masyarakat setempat dan kesiapan infrastruktur logistik pengiriman bahan makanan agar tetap segar saat dimasak.

Dengan komitmen anggaran Rp 500 juta per hari per dapur, program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index