Program Rumah Nakes Diprioritaskan Demi Percepatan Layanan Kesehatan Efektif

Selasa, 13 Januari 2026 | 15:57:38 WIB
Program Rumah Nakes Diprioritaskan Demi Percepatan Layanan Kesehatan Efektif

JAKARTA - Pemerintah mendorong pembangunan rumah bagi tenaga kesehatan yang terdampak bencana di Sumatera. 

Langkah ini ditujukan agar layanan kesehatan pascabencana dapat segera kembali optimal. Tenaga kesehatan yang tinggal di rumah terdampak bencana sulit bekerja maksimal tanpa tempat tinggal yang layak.

Pentingnya Hunian Layak untuk Tenaga Medis

Kondisi tempat tinggal tenaga kesehatan menjadi faktor utama kesiapan layanan medis. Meskipun fasilitas kesehatan mulai pulih, tenaga medis tetap membutuhkan hunian yang aman dan nyaman. Pemerintah menekankan bahwa pemulihan layanan tidak bisa terpisah dari pemulihan hunian tenaga kesehatan.

Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar tenaga kesehatan. Rumah yang rusak akibat bencana menghambat kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan medis. Dengan adanya hunian layak, tenaga kesehatan dapat fokus menangani pasien pascabencana.

Data Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerima data rumah tenaga kesehatan terdampak di tiga provinsi di Sumatera. Total rumah terdampak mencapai ribuan unit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data ini menjadi dasar pemerintah dalam merencanakan rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tenaga medis.

Proses verifikasi dilakukan bersama tim di tingkat kabupaten dan kota. Verifikasi lapangan memastikan rumah yang rusak tercatat dengan tepat. Langkah ini penting agar bantuan bisa disalurkan secara adil dan tepat sasaran bagi tenaga kesehatan.

Skema Bantuan untuk Rumah Rusak

BNPB membagi bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, yakni ringan, sedang, dan berat. Rumah rusak ringan mendapatkan stimulan Rp15 juta, sedang Rp30 juta, dan berat Rp60 juta. Bantuan ini diberikan untuk pembangunan rumah baru agar tenaga kesehatan memiliki tempat tinggal yang layak.

Selain rumah milik pribadi, bantuan juga diberikan untuk rumah sewa. Pemilik rumah sewa menerima bantuan agar hunian tetap aman untuk ditempati tenaga medis. Skema ini memastikan seluruh tenaga kesehatan terdampak bencana memperoleh dukungan yang memadai.

Prioritas Pemulihan Layanan Kesehatan

Pemulihan layanan kesehatan tidak hanya fokus pada fasilitas medis, tetapi juga pada kondisi hidup tenaga kesehatan. Tenaga medis yang memiliki hunian aman dapat bekerja lebih maksimal dan fokus melayani masyarakat. Pemerintah berupaya menyelesaikan pembangunan rumah secepat mungkin agar layanan kesehatan berjalan optimal.

Pemulihan ini mencakup berbagai wilayah terdampak, termasuk Aceh Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dengan hunian layak, tenaga kesehatan dapat kembali beraktivitas tanpa terbebani kondisi rumah yang rusak. Hal ini mendukung pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana secara menyeluruh.

Kolaborasi Pemerintah dalam Pemulihan Pascabencana

Pemerintah pusat bekerja sama dengan BNPB dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan. Setiap rumah yang rusak diverifikasi dan diproses untuk mendapat bantuan sesuai skema. Pendekatan ini memastikan bantuan tepat sasaran dan pemulihan layanan kesehatan berjalan lancar.

Staf Khusus Menteri Dalam Negeri menekankan pentingnya stabilitas hidup tenaga kesehatan. Rumah layak menjadi bagian dari pemulihan menyeluruh pascabencana. Dengan langkah ini, layanan medis tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga dari sisi kesiapan tenaga kesehatan.

Langkah percepatan pembangunan rumah tenaga kesehatan diharapkan memperkuat ketahanan sektor kesehatan di wilayah terdampak bencana. Fokus pemerintah tidak hanya pada bangunan, tetapi juga pada kesejahteraan tenaga medis. Dengan hunian yang aman, layanan kesehatan pascabencana dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.

Terkini