Stabilitas Keamanan Nasional 2025 Terjaga, Kapolri Tanggapi Tantangan

Senin, 26 Januari 2026 | 14:56:04 WIB
Stabilitas Keamanan Nasional 2025 Terjaga, Kapolri Tanggapi Tantangan

JAKARTA - Pada tahun 2025, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kondusif, meskipun beberapa tantangan sempat menguji ketahanan negara. Kapolri Jenderal Pol. 

Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, menyampaikan bahwa meskipun terjadi beberapa insiden yang sempat mengganggu, secara keseluruhan, keamanan nasional berhasil dijaga dengan baik berkat kerja keras berbagai pihak.

Salah satu peristiwa besar yang sempat mengusik stabilitas kamtibmas adalah yang dikenal dengan sebutan ‘Agustus kelabu’. Insiden tersebut mempengaruhi banyak sektor kehidupan masyarakat, termasuk menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik yang menjadi simbol negara

. Namun, berkat langkah cepat Polri dan kerjasama dengan seluruh komponen bangsa, situasi dapat dikendalikan dengan efektif.

Sebagai hasilnya, Kapolri melaporkan bahwa situasi kamtibmas di Indonesia sepanjang tahun 2025 berjalan dengan aman, dan negara berhasil menghindari dampak lebih lanjut yang dapat merusak stabilitas sosial-politik.

Dampak Agustus Kelabu terhadap Stabilitas Keamanan

Peristiwa yang disebut sebagai ‘Agustus kelabu’ merupakan salah satu insiden yang cukup mengganggu ketenangan masyarakat di akhir Agustus hingga awal September 2025. 

Berbagai kerusakan terjadi pada fasilitas-fasilitas publik yang vital, seperti kantor Polri, DPRD, dan beberapa pemerintahan daerah yang berpotensi merusak stabilitas nasional. 

Peristiwa ini tidak hanya menciptakan ketegangan sosial tetapi juga memicu ketidakpastian di kalangan masyarakat.

Namun, Kapolri menegaskan bahwa meskipun dampaknya cukup besar, seluruh jajaran Polri bekerja keras untuk mengendalikan situasi. Melalui langkah-langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas, situasi kembali terkendali dengan cepat. 

Berbagai pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga masyarakat, menunjukkan solidaritas untuk mengembalikan kedamaian dalam negeri.

Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya koordinasi dan kesigapan dalam menghadapi situasi yang dapat mengancam keamanan negara. Kapolri menambahkan bahwa dengan adanya kerja sama yang solid dari berbagai sektor, Polri dapat menjalankan tugas pokoknya dengan baik, termasuk memelihara stabilitas kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Kerja Sama Lintas Sektor untuk Menjaga Keamanan

Kapolri menekankan pentingnya dukungan yang datang dari berbagai elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan. Baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga lembaga-lembaga negara seperti DPR yang telah memberikan dukungan penuh. 

“Keberhasilan ini tercapai berkat kerja keras bersama, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat, yang saling bahu-membahu,” kata Kapolri.

Secara keseluruhan, berbagai upaya yang dilakukan oleh Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga pada tindakan preventif untuk mencegah kerusuhan yang lebih besar. 

Dukungan masyarakat yang proaktif dalam melaporkan kejadian-kejadian yang mencurigakan juga sangat membantu aparat dalam menjaga ketertiban dan keamanan.

Dengan memperkuat sistem pengamanan dan koordinasi antara aparat keamanan dengan masyarakat, Kapolri berharap situasi seperti Agustus kelabu tidak terulang kembali, dan negara tetap dalam kondisi aman serta stabil.

Capaian Polri dalam Survei Global dan Nasional

Sebagai bentuk pengakuan terhadap keberhasilan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, beberapa survei internasional maupun nasional menunjukkan hasil yang positif. 

Dalam survei Global Safety Report yang dirilis oleh Gallup pada September 2025, Indonesia mencatatkan posisi yang cukup baik, berada di peringkat ke-19 dari 140 negara dengan nilai Law and Order Index sebesar 89.

Selain itu, dalam kategori “Safe to Walk Alone at Night”, Indonesia berhasil menempati posisi ke-25 dari 144 negara, yang menandakan bahwa masyarakat merasa cukup aman untuk beraktivitas di malam hari tanpa rasa takut. 

Angka-angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan kemampuan aparat dalam menjaga ketertiban di tengah tantangan yang ada.

Dalam survei nasional, Polri juga memperoleh hasil yang menggembirakan. Berdasarkan survei Litbang Kompas pada November 2025, Polri menempati posisi ketiga sebagai lembaga negara yang paling dipercaya oleh masyarakat. 

Selain itu, Polri juga berada di peringkat pertama sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya, sebuah prestasi yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam citra dan kinerja Polri.

Tantangan ke Depan dan Rencana Kerja Polri

Meskipun hasil yang diperoleh sepanjang 2025 sangat memuaskan, Kapolri menyadari bahwa tantangan yang dihadapi Polri ke depan akan semakin kompleks. 

Oleh karena itu, Polri terus berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat. 

Rapat kerja yang diadakan dengan Komisi III DPR RI juga merupakan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Polri sepanjang tahun 2025 dan menyusun rencana kerja untuk tahun 2026.

Kapolri berharap dengan adanya evaluasi yang berkesinambungan, Polri dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, baik dari sisi keamanan, ketertiban, hingga penegakan hukum. Ke depan, tantangan yang dihadapi Polri tidak hanya akan berfokus pada menjaga stabilitas dalam negeri, tetapi juga pada penanggulangan kejahatan yang semakin canggih, termasuk kejahatan siber yang membutuhkan kesiapan dari segi teknologi dan sumber daya manusia.

Dengan kesiapan yang matang, Kapolri yakin bahwa Indonesia akan tetap menjadi negara yang aman dan kondusif, di mana masyarakat bisa hidup dengan damai dan harmonis.

Terkini