Penjualan Mobil Januari 2026: Agresivitas BYD Salip Honda dan Suzuki

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:35:28 WIB
Penjualan Mobil Januari 2026: Agresivitas BYD Salip Honda dan Suzuki

JAKARTA - Awal tahun 2026 menjadi saksi bisu terjadinya pergeseran tektonik dalam struktur industri otomotif tanah air. Jika selama ini klasemen penjualan mobil nasional seolah menjadi "zona nyaman" bagi pabrikan asal Negeri Sakura, kini narasi tersebut mulai berubah. Masuknya raksasa energi baru dari Tiongkok telah menciptakan disrupsi yang tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga mulai mengguncang angka distribusi nasional. Pasar mobil nasional makin kompetitif di mana merek China makin agresif mengusik dominasi pabrikan Jepang, menciptakan babak baru dalam sejarah transportasi di Indonesia.

Fenomena ini mencerminkan adanya perubahan preferensi konsumen yang mulai terbuka terhadap kendaraan listrik (EV) dan strategi suplai yang sangat ofensif dari pemain baru. Kondisi ini terlihat melalui capaian BYD yang berhasil menyalip dua merek Jepang sekaligus yaitu Honda dan Suzuki pada awal 2026. Hal ini memicu pertanyaan besar: apakah ini awal dari akhir era dominasi mesin pembakaran internal di Indonesia?

Analisis Wholesales: Loncatan Strategis BYD ke Papan Atas

Pergerakan stok dari pabrik ke jaringan distribusi atau wholesales sering kali menjadi indikator seberapa besar ambisi sebuah merek untuk menguasai pasar dalam bulan tersebut. Berdasarkan data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka distribusi ke dealer BYD pada Januari 2026 menempati posisi empat, sedangkan Honda ada di urutan lima dan Suzuki keenam. Peringkat ini menunjukkan bahwa BYD sedang melakukan penetrasi pasar secara masif dengan memastikan unit tersedia secara luas di seluruh jaringan penjualannya.

Meskipun terjadi dinamika yang cukup mengejutkan di posisi menengah, raksasa-raksasa lama masih menunjukkan taringnya di puncak klasemen. Untuk posisi puncak, Toyota tetap berada pada urutan pertama yang dibayangi saudaranya Daihatsu di posisi kedua. Masuk ke posisi tiga ada Mitsubishi. Sementara itu, persaingan di segmen kendaraan niaga dan merek pendatang baru lainnya juga tidak kalah sengit. Lompat ke urutan tujuh ada Mitsubishi Fuso yang ditempel Isuzu, Jaecoo, dan Hino sebagai penutup klasemen 10 besar.

Realitas Retail: Ujian Loyalitas Konsumen di Lapangan

Namun, data distribusi saja tidak cukup untuk menggambarkan kemenangan mutlak. Tantangan sebenarnya terletak pada angka penjualan retail atau unit yang benar-benar berpindah tangan ke konsumen akhir. Menarik untuk dicermati bahwa kekuatan distribusi pabrik ke dealer (wholesales) tidak selalu berbanding lurus dengan angka yang terjual langsung ke tangan konsumen (retail). Di sinilah terlihat perbedaan antara agresivitas stok dan daya serap nyata dari masyarakat.

Meski berada di urutan empat dari segi wholesales, tapi itu tak terjadi secara retail atau penjualan dari dealer ke konsumen. Posisi BYD pada sektor retail justru melorot ke urutan tujuh, sedangkan Suzuki ada di posisi empat dan Honda urutan lima. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen Indonesia masih memiliki tingkat kepercayaan dan loyalitas yang sangat tinggi terhadap merek-merek yang sudah mapan dengan jaringan servis yang tersebar hingga ke pelosok. Dan lagi-lagi, penguasa tiga besar penjualan retail mobil nasional ditempati Toyota, Daihatsu dan Mitsubishi.

Evaluasi Penjualan Nasional dan Optimisme Gaikindo

Secara makro, industri otomotif mengawali tahun 2026 dengan catatan yang cukup menantang. Gaikindo mencatat penjualan wholesales mobil berhenti pada angka 66.936 unit, sedangkan retailnya berjumlah 66.447 unit. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terdapat koreksi yang cukup dalam. Penurunan yang tercatat dari sisi wholesales dibanding Januari 2026 ke Desember 2025 mencapai 29,4 persen dan retail surut 28,7 persen.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang tahunan (year-on-year), terdapat tren pemulihan yang cukup menjanjikan. Dibandingkan Januari 2025, penjualan mobil nasional justru meningkat. Distribusi dari pabrik ke dealer Januari 2026 dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya tumbuh 7 persen, sedangkan retail naik 4,5 persen. Gaikindo sendiri menargetkan penjualan mobil nasional di sepanjang 2026 mencapai 850 ribu unit. Angka itu cuma naik 5,4 persen dari hasil pada 2025 yakni 803.687 unit. Hasil tahun lalu itu turun 7,2 persen dari 2024 sebesar 865.723 unit.

Daftar Lengkap Wholesales Januari 2026

Berikut adalah rincian pengiriman unit dari pabrik ke dealer selama bulan Januari:

Toyota: 20.078 unit

Daihatsu: 12.513 unit

Mitsubishi: 6.898 unit

BYD: 4.879 unit

Honda: 4.016 unit

Suzuki: 2.783 unit

Mitsubishi Fuso: 2.332 unit

Isuzu: 2.170 unit

Jaecoo: 2.025 unit

Hino: 1.556 unit

Daftar Lengkap Retail Januari 2026

Berikut adalah angka nyata unit yang telah sampai ke garasi konsumen:

Toyota: 22.066 unit

Daihatsu: 11.202 unit

Mitsubishi: 6.141 unit

Suzuki: 5.501 unit

Honda: 4.233 unit

Mitsubishi Fuso: 2.538 unit

BYD: 2.516 unit

Isuzu: 2.058 unit

Jaecoo: 2.031 unit

Hino: 1.656 unit

Performa BYD dan Jaecoo di awal tahun ini menjadi indikator kuat bahwa tahun 2026 akan menjadi medan pertempuran teknologi otomotif yang sangat sengit di Indonesia. Munculnya merek-merek baru ini memaksa para pemain lama untuk berinovasi lebih cepat dan memberikan layanan purna jual yang lebih kompetitif agar tidak tergerus oleh arus disrupsi kendaraan listrik.

Terkini