JAKARTA - Kualitas sumber daya manusia merupakan cermin dari keberhasilan pembangunan sebuah bangsa. Baru-baru ini, laporan Average IQ by Country 2026 yang dirilis oleh International IQ Test kembali memicu diskusi hangat mengenai peta kecerdasan kognitif di tingkat global. Laporan ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana kemampuan penalaran masyarakat di berbagai negara berkembang, sekaligus menjadi pengingat bagi negara-negara yang masih tertinggal dalam aspek kognitif untuk segera melakukan pembenahan fundamental.
Data yang diperbarui per 1 Januari 2026 ini memperlihatkan dominasi yang sangat kuat dari kawasan Asia Timur. Negara-negara di kawasan tersebut kembali membuktikan bahwa kombinasi sistem pendidikan yang ketat dan lingkungan yang kompetitif mampu menghasilkan skor rata-rata yang melampaui standar global. Di sisi lain, laporan ini juga menyoroti adanya tren penurunan di beberapa negara berkembang, yang menjadi sinyal waspada bagi pemerintah setempat.
Korea Selatan Memimpin di Puncak Klasemen Dunia
Prestasi luar biasa ditunjukkan oleh Negeri Gingseng yang berhasil mengukuhkan posisinya sebagai negara paling cerdas di dunia menurut parameter tes ini. Korea Selatan mencatatkan rata-rata IQ tertinggi di dunia dalam laporan Average IQ by Country 2026 yang dirilis oleh International IQ Test. Berdasarkan pemeringkatan terbaru, Korea Selatan berada di peringkat pertama dengan skor rata-rata 106,97 dari 26.996 partisipan sepanjang 2025.
Keunggulan ini diikuti oleh tetangga terdekatnya yang juga menunjukkan performa kognitif yang solid. Posisi kedua dan ketiga ditempati China (106,48) dan Jepang (106,3). Keberhasilan ketiga negara ini di posisi tiga besar dunia menegaskan bahwa pola pendidikan dan budaya yang menghargai intelektualitas memberikan dampak langsung pada skor rata-rata populasi.
Kondisi Kognitif Indonesia: Penurunan Peringkat ke Posisi 126
Di sisi lain, laporan ini membawa kabar yang kurang menggembirakan bagi dunia pendidikan di tanah air. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat 126 dari 137 negara dengan rata-rata skor 89,96 dari 299.304 partisipan. Angka ini turun 3,22 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada di 93,18.
Penurunan skor ini menjadi sorotan serius bagi para pemangku kebijakan. Penurunan tersebut mencerminkan adanya hambatan dalam pengembangan kapasitas kognitif masyarakat secara kolektif, yang memerlukan analisis mendalam terkait efektivitas program-program peningkatan literasi dan numerasi yang selama ini dijalankan.
Metodologi dan Standarisasi Penilaian IQ Global
Laporan ini mengolah data dari 1.212.714 orang yang mengikuti tes IQ daring sepanjang 2025 di situs International IQ Test. Skor distandarisasi dengan rata-rata global 100 dan deviasi standar 15. Guna memastikan data yang akurat, negara dengan kurang dari 100 partisipan dikeluarkan dari peringkat utama untuk menjaga stabilitas data.
Penting untuk dicatat bahwa IQ global tetap berada di rata-rata 100 karena sistem penilaian dikalibrasi setiap tahun. Adapun model tes yang digunakan berbasis Raven's Progressive Matrices, yang menilai kemampuan penalaran nonverbal dan pengenalan pola, bukan keseluruhan spektrum kecerdasan. Hal ini berarti tes ini lebih fokus pada logika abstrak daripada pengetahuan akademis tradisional.
Faktor-Faktor Penentu di Balik Perbedaan Skor Antarnegara
Perbedaan skor yang cukup mencolok antarnegara dinilai bisa dipengaruhi berbagai faktor, seperti akses internet, akses dan kualitas pendidikan, kesehatan dan beban penyakit, pola nutrisi, lingkungan yang menstimulasi kognitif hingga faktor genetik dalam populasi. Akses terhadap nutrisi yang baik dan sistem pendidikan yang berkualitas terbukti berbanding lurus dengan kemampuan penalaran masyarakat dalam tes IQ.
Daftar 10 Negara dengan Skor IQ Tertinggi 2026
Dominasi Asia tidak hanya terlihat di tiga besar, namun juga merambah ke posisi lain dalam sepuluh besar:
Korea Selatan - 106,97
China - 106,48
Jepang - 106,3
Iran - 104,8
Australia - 104,45
Rusia - 103,78
Singapura - 103,56
Mongolia - 102,61
Selandia Baru - 102,35
Vietnam - 102,26
Daftar Negara dengan Peringkat IQ Terendah 2026
Di ujung lain skala pemeringkatan, terlihat bahwa banyak negara berkembang masih berjuang untuk meningkatkan standar kognitif mereka: 126. Indonesia - 89,96 127. Botswana - 89,72 128. Tanzania - 89,57 129. Afghanistan - 89,31 130. Kongo - 88,6 131. Uganda - 88,49 132. Gabon - 88,35 133. Angola - 87,89 134. Nikaragua - 87,75 135. Rwanda - 86,9 136. Timor-Leste - 86,7 137. Somalia - 83,84
Data ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia untuk segera membenahi sektor kesehatan, gizi, dan pendidikan. Dengan skor yang menempatkan Indonesia di deretan bawah pemeringkatan global, langkah-langkah strategis untuk menstimulasi kognitif masyarakat harus menjadi prioritas nasional demi masa depan bangsa yang lebih kompetitif.