Turis China Terbang ke Korea Demi Perawatan Kecantikan Imlek 2026

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:35:34 WIB
Turis China Terbang ke Korea Demi Perawatan Kecantikan Imlek 2026

JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek sering kali identik dengan kumpul keluarga dan tradisi penghormatan kepada leluhur. Namun, menjelang Tahun Baru Imlek 2026, muncul sebuah tren yang menggeser fokus persiapan hari raya tersebut. Alih-alih hanya berfokus pada hidangan pesta, gelombang turis asal China justru terpantau memadati klinik-klinik estetika di Korea Selatan. Fenomena ini didorong oleh keinginan kolektif untuk tampil paripurna dalam reuni keluarga, menjadikan prosedur kecantikan medis sebagai bagian dari ritual penyambutan tahun baru yang modern.

Wisata medis ini bukan sekadar soal gaya hidup mewah, melainkan sebuah keputusan finansial yang terhitung matang. Dengan efisiensi biaya yang signifikan dan reputasi teknologi yang unggul, Seoul kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat kecantikan bagi konsumen Tiongkok yang semakin kritis dan selektif dalam mengalokasikan anggaran kesehatan mereka.

Daya Tarik Efisiensi Biaya dan Jaminan Keamanan

Ada alasan kuat mengapa banyak warga China rela terbang melintasi negara demi perawatan dermatologi. Salah satunya Lu Xiao. "Saya melihat banyak unggahan di media sosial tentang efek perawatan dermatologi baru-baru ini, dan terlihat cukup menarik, jadi saya ingin mencobanya sendiri," kata Lu, dikutip dari Korea Times, Rabu.

Ia menghabiskan tiga hari di Korea Selatan pada awal bulan ini untuk menjalani perawatan Thermage dan pengencangan berbasis ultrasound di sebuah klinik di Myeong-dong, yang bertujuan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan dan meningkatkan kekencangan kulit. Perawatan tersebut menelan biaya sekitar 10.000 yuan (Rp24,3 juta) secara total — kira-kira 40 persen lebih murah daripada harga yang ia terima di Tiongkok. "Beberapa klinik di Tiongkok mungkin menggunakan perangkat yang tidak bersertifikat, dan harga di sini lebih kompetitif," kata Lu.

Lonjakan Pasien Medis dan Dominasi Pengeluaran Dermatologi

Statistik menunjukkan bahwa fenomena ini bukanlah tren sesaat, melainkan pertumbuhan industri yang masif. Menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea, jumlah pasien medis yang datang dari Tiongkok melonjak sebesar 132 persen pada 2024, menjadikan Tiongkok sebagai sumber terbesar kedua setelah Jepang.

Sementara, laporan yang dirilis oleh Institut Pengembangan Industri Kesehatan Korea pada Desember 2025 menunjukkan bahwa dermatologi menyumbang pangsa terbesar dari pengeluaran kartu kredit konsumen Tiongkok untuk layanan medis pada 2024, yaitu 57,5 persen, dengan total 61,7 miliar won. Data resmi untuk 2025 belum dirilis, tetapi para pelaku industri mengatakan permintaan dari konsumen China terus meningkat selama setahun terakhir.

Kecenderungan Turis China Jadi Pelanggan Klinik Kecantikan Korea

Popularitas K-beauty yang mendunia dipadukan dengan hasil nyata yang diberikan klinik-klinik di Seoul menciptakan loyalitas konsumen yang tinggi. "Jumlah pelanggan China telah meningkat secara bertahap, karena beberapa pasien kembali ke klinik kami atau merekomendasikannya kepada teman-mereka," kata Diav Clinic, yang telah beroperasi selama lebih dari satu tahun dan berlokasi di Myeong-dong.

Klinik tersebut menghubungkan tren ini dengan meningkatnya kesadaran konsumen tentang pentingnya perawatan kulit. Dibandingkan dengan klien dari negara lain, konsumen China lebih menekankan efektivitas biaya dan kepercayaan, sehingga kunjungan berulang lebih mungkin terjadi jika hasilnya sesuai harapan. "Mereka cenderung menjalani beberapa perawatan dalam satu kunjungan untuk mencapai hasil yang lebih terlihat dan komprehensif," tambah klinik tersebut.

Pergeseran Pola Konsumsi: Kecantikan Sebagai Investasi Kesehatan

Tren ini muncul di tengah perubahan fundamental cara warga Tiongkok membelanjakan uang mereka. Di bawah tekanan ekonomi dan deflasi yang berkepanjangan, rumah tangga menjadi jauh lebih selektif. Perusahaan konsultan AlixPartners mencatat bahwa konsumen kini menilai kembali prioritas anggaran mereka. Jajak pendapat menemukan bahwa konsumen Tiongkok enggan meningkatkan pengeluaran untuk makan di luar tetapi lebih bersedia mengalokasikan pengeluaran tambahan untuk kebugaran dan kesehatan pada 2026.

Laporan dari Roland Berger dan platform Meituan menunjukkan pasar industri estetika medis domestik Tiongkok meningkat lebih dari dua kali lipat antara 2020--2025, mencapai 366,6 miliar yuan tahun lalu. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya keinginan konsumen Tiongkok untuk berbelanja untuk perawatan diri dan kesejahteraan pribadi, dengan pengejaran kecantikan semakin dipandang sebagai pilihan yang berkaitan dengan kesehatan daripada kemewahan.

Fitur Layanan untuk Pasien dari China dan Strategi Pemasaran

Menanggapi peluang ini, klinik-klinik di Korea Selatan tidak tinggal diam. Mereka melakukan personalisasi layanan demi kenyamanan pasien mancanegara. Klinik Diav, misalnya, telah membangun saluran konsultasi daring di platform media sosial Tiongkok dan menawarkan layanan penerjemahan untuk pasien Tiongkok.

Selain fasilitas fisik, strategi pemasaran digital juga gencar dilakukan melalui kolaborasi dengan para pelajar atau influencer China yang menetap di Korea. Cathy Wu, seorang mahasiswi Tiongkok di Korea, mengaku ditawari berkolaborasi oleh sebuah klinik pada akhir 2024. "Mereka meminta saya untuk merekam lingkungan klinik, komunikasi saya dengan ahli bedah, prosedur itu sendiri, dan hasilnya," kata Wu. Ia juga diharuskan mengelola bagian komentar guna membangun kepercayaan calon pasien dari negara asalnya melalui bukti visual yang autentik.

Terkini