JAKARTA - Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak swasta seperti Shell dan Vivo terpantau masih mempertahankan harga jual mereka pada awal pekan ini.
Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak mentah global yang dinamis.
Meskipun terdapat perubahan tren di pasar internasional, penyesuaian tarif di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum lokal masih bersifat moderat.
Konsumen di wilayah perkotaan besar terlihat tetap antusias mengisi bahan bakar di berbagai gerai SPBU pilihan mereka pagi ini.
Stabilitas Harga BBM Swasta
Berdasarkan pantauan langsung pada Selasa 24 Februari 2026, harga bahan bakar di SPBU Shell tetap konsisten dengan kebijakan awal bulan.
Produk unggulan seperti Shell Super yang memiliki angka oktan 92 masih dibanderol dengan harga Rp12.050 untuk setiap liternya.
Sementara itu, untuk varian Shell V-Power yang memiliki kualitas lebih tinggi, masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp12.500 per liter.
Stabilitas harga ini memberikan kepastian bagi para pengguna kendaraan bermotor dalam mengatur anggaran biaya transportasi mingguan mereka secara lebih teratur.
Para pengelola SPBU swasta tampaknya lebih memilih strategi mempertahankan harga kompetitif untuk menjaga loyalitas pelanggan setia mereka saat ini.
Persaingan harga antar penyedia BBM nonsubsidi di Indonesia memang semakin ketat seiring dengan meningkatnya standar layanan di setiap gerai.
Daftar Tarif SPBU Vivo
SPBU Vivo yang dikenal dengan produk Revvo juga terpantau tidak melakukan perubahan harga signifikan pada perdagangan di awal pekan ini.
Varian Revvo 92 yang menjadi pesaing kuat di kelasnya tetap dijual pada kisaran harga Rp12.050 per liter di wilayah Jakarta.
Untuk produk bahan bakar mesin diesel, Diesel Primus yang ditawarkan oleh Vivo dibanderol seharga Rp13.600 per liter bagi para konsumennya.
Harga tersebut dinilai masih sangat terjangkau bagi pemilik kendaraan bermesin diesel modern yang membutuhkan bahan bakar dengan kualitas performa tinggi.
Manajemen Vivo terus berupaya memberikan pilihan produk yang beragam guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat setiap harinya.
Kehadiran SPBU Vivo di berbagai lokasi strategis juga mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar berkualitas dengan harga yang sangat stabil.
Kebijakan Harga di SPBU BP
Penyedia jasa pengisian bahan bakar BP AKR juga mengikuti tren stabilitas harga dengan tidak mengubah daftar tarif mereka sementara waktu.
Produk BP 92 yang setara dengan bahan bakar oktan 92 lainnya tetap berada pada level harga Rp12.050 per liter saat ini.
Bagi pengguna kendaraan yang menginginkan performa maksimal, BP Ultimate tetap dipasarkan dengan harga Rp12.500 per liter di seluruh jaringan gerai.
Stabilitas harga ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan energi yang andal dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Meskipun ada tekanan dari faktor eksternal, penyesuaian harga di SPBU BP selalu mempertimbangkan aspek keterjangkauan dan kondisi ekonomi lokal secara menyeluruh.
Para analis menilai bahwa kebijakan harga tetap ini akan berlangsung setidaknya hingga akhir bulan Februari sebelum dilakukan evaluasi rutin kembali.
Perbandingan dengan Harga Pertamina
Di sisi lain, Pertamina sebagai penyedia energi plat merah juga tetap mempertahankan harga bahan bakar nonsubsidi mereka di awal pekan.
Produk Pertamax yang menjadi andalan masyarakat luas tetap dibanderol dengan harga Rp11.800 per liter di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Penurunan harga yang sempat terjadi pada awal Februari 2026 lalu masih berlaku dan memberikan keuntungan lebih bagi para pengendara motor.
Untuk varian Pertamax Green 95, konsumen tetap dapat membelinya dengan harga Rp12.450 per liter di stasiun pengisian yang telah menyediakan.
Selisih harga antara SPBU pelat merah dengan SPBU swasta saat ini terbilang cukup tipis sehingga konsumen memiliki banyak pilihan menarik.
Faktor kenyamanan, kebersihan fasilitas, dan kecepatan layanan kini menjadi pertimbangan utama selain hanya sekadar membandingkan selisih harga per liternya.
Proyeksi Harga Bulan Depan
Memasuki penghujung bulan Februari, banyak spekulasi mengenai kemungkinan adanya penyesuaian harga baru pada periode bulan Maret yang akan datang.
Keputusan perubahan harga biasanya akan sangat bergantung pada rata-rata harga minyak mentah dunia dan pergerakan nilai tukar mata uang rupiah.
Jika harga minyak dunia terus mengalami tren penurunan, maka potensi penurunan harga BBM di tingkat retail menjadi semakin terbuka lebar.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan seluruh badan usaha penyedia BBM untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dengan sangat aman.
Masyarakat dihimbau untuk selalu memperbarui informasi mengenai daftar harga BBM secara berkala melalui kanal resmi dari masing-masing perusahaan penyedia energi.
Dengan transparansi harga yang baik, diharapkan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga meskipun dinamika pasar global terus mengalami perubahan setiap saat.