Harga Minyak Dunia Turun Lagi ke Level Terendah di Februari 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:25:57 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Lagi ke Level Terendah di Februari 2026

JAKARTA - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami tren penurunan signifikan di pasar perdagangan global pada hari ini.

Penurunan ini disebabkan oleh melimpahnya pasokan energi dari negara produsen utama di tengah permintaan yang lesu.

Kondisi pasar saat ini mencerminkan kekhawatiran para investor terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara maju.

Data terbaru menunjukkan bahwa stok minyak mentah Amerika Serikat mengalami peningkatan yang jauh di luar ekspektasi pasar.

Dinamika Pasar Energi Global

Melansir laporan perdagangan pada Selasa 24 Februari 2026 pagi, harga patokan minyak mentah dunia terlihat melemah cukup tajam.

Harga Brent tercatat mengalami koreksi yang membawa nilai komoditas tersebut ke level terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Sentimen negatif ini dipicu oleh rilis data manufaktur dari beberapa kekuatan ekonomi besar yang menunjukkan angka kontraksi.

Para analis menilai bahwa kebijakan suku bunga tinggi masih menjadi beban berat bagi aktivitas industri di seluruh dunia.

Jika aktivitas industri menurun, maka kebutuhan akan bahan bakar minyak untuk operasional pabrik dan logistik ikut merosot.

Hal inilah yang kemudian menekan harga minyak di bursa berjangka sehingga terus berada dalam zona merah belakangan ini.

Laporan Stok Minyak Mentah

Laporan mingguan mengenai cadangan minyak mentah menunjukkan adanya surplus yang sangat besar dari sisi produksi dan juga stok.

Peningkatan produksi di wilayah Amerika Utara menjadi salah satu faktor kunci yang membuat pasar merasa kelebihan pasokan saat ini.

Di sisi lain, upaya organisasi negara pengekspor minyak untuk menjaga stabilitas harga tampaknya belum memberikan hasil yang maksimal.

Para pedagang minyak cenderung melakukan aksi jual setelah melihat proyeksi permintaan global yang dipangkas oleh lembaga energi internasional.

Kekhawatiran akan terjadinya resesi ringan di Eropa juga menambah tekanan bagi komoditas emas hitam ini untuk tetap bertahan.

Ketidakpastian geopolitik di beberapa wilayah penghasil energi ternyata tidak cukup kuat untuk menahan laju penurunan harga minyak dunia.

Pengaruh Ekonomi Terhadap Harga

Sektor transportasi yang biasanya menjadi motor penggerak permintaan minyak juga dilaporkan belum menunjukkan pertumbuhan yang berarti secara signifikan.

Masyarakat global saat ini cenderung lebih hemat dalam menggunakan kendaraan pribadi akibat inflasi yang masih membayangi kebutuhan pokok.

Penurunan harga minyak ini sebenarnya bisa menjadi angin segar bagi negara pengimpor energi untuk menekan defisit anggaran mereka.

Namun bagi negara produsen, penurunan harga di bawah target tahunan dapat mengganggu stabilitas pendapatan nasional dan proyek strategis.

Para pelaku pasar kini menantikan langkah strategis dari otoritas moneter global terkait arah kebijakan suku bunga pada bulan depan.

Keputusan suku bunga tersebut diprediksi akan menjadi penentu apakah harga minyak bisa memantul naik atau justru semakin terperosok.

Analisis Proyeksi Harga Mendatang

Beberapa pakar ekonomi memprediksi bahwa volatilitas harga minyak akan tetap tinggi sepanjang sisa kuartal pertama tahun 2026 ini.

Dibutuhkan pemulihan ekonomi yang nyata di wilayah Asia untuk bisa mendongkrak kembali selera pasar terhadap aset komoditas energi.

Jika pemulihan ekonomi China berjalan lebih lambat dari perkiraan, maka harga minyak berisiko menyentuh angka terendah baru tahun ini.

Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap setiap perubahan kebijakan produksi yang mungkin diumumkan oleh aliansi produsen minyak.

Stabilitas pasar sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan riil dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat dunia secara menyeluruh.

Untuk saat ini, tren penurunan masih mendominasi pergerakan harga minyak mentah di layar perdagangan internasional pada Selasa 24 Februari 2026.

Dampak Bagi Konsumen Global

Penurunan harga minyak di tingkat hulu biasanya akan diikuti oleh penyesuaian harga bahan bakar di tingkat retail nantinya.

Meskipun membutuhkan waktu transmisi, kondisi ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik dan distribusi barang di tingkat masyarakat luas.

Pemerintah di berbagai negara terus memantau pergerakan harga ini guna menentukan kebijakan subsidi energi yang tepat dan akurat.

Ketahanan energi nasional menjadi prioritas utama saat harga komoditas global mengalami fluktuasi yang tidak menentu seperti saat sekarang.

Masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan berita ekonomi untuk memahami dampak langsung dari turunnya harga minyak mentah dunia ini.

Dengan demikian, keputusan finansial dan operasional usaha dapat disesuaikan dengan kondisi pasar energi yang sedang berlangsung saat ini.

Terkini