JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat pada Kamis, 12 Februari 2026.
Sejumlah komoditas utama menunjukkan kondisi yang relatif stabil, namun beberapa lainnya masih mengalami tekanan harga. Sorotan utama tertuju pada cabai rawit merah yang harganya tetap berada di level tinggi di sejumlah wilayah perdagangan.
Berdasarkan pemantauan terbaru, harga rata-rata pangan di tingkat nasional dan Jawa Timur memperlihatkan variasi yang cukup signifikan. Perbedaan harga antarwilayah mencerminkan dinamika distribusi, ketersediaan stok, serta karakter pasar di masing-masing daerah. Berikut rangkuman perkembangan harga komoditas utama.
Komoditas Cabai Masih Jadi Sorotan
Harga kebutuhan pokok hari ini menunjukkan variasi yang signifikan, terutama pada komoditas cabai rawit merah yang masih bertahan di level “pedas”.
Berikut ringkasan harga rata-rata untuk wilayah Jawa Timur dan Nasional:
Komoditas Cabai
Harga cabai rawit terpantau masih tinggi di beberapa titik perdagangan utama.
Jenis Cabai
Wilayah
Harga Rata-Rata
Cabai Rawit Merah
Nasional
Rp76.150 /kg
Cabai Rawit Merah
Jawa Timur
Rp83.098 /kg
Cabai Rawit Merah
Salatiga
Rp77.500 /kg
Cabai Rawit Hijau
Salatiga
Rp52.500 /kg
Data tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur mencatat harga cabai rawit merah lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Sementara itu, di Salatiga harga cabai rawit merah sedikit lebih rendah dibanding Jawa Timur, namun masih berada di atas Rp77 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit hijau di Salatiga, harga berada pada kisaran Rp52.500 per kilogram, relatif lebih rendah dibandingkan cabai rawit merah.
Perbedaan ini menggambarkan bagaimana faktor distribusi dan permintaan lokal dapat memengaruhi harga akhir di tingkat konsumen. Cabai, sebagai komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca dan pasokan, memang kerap mengalami fluktuasi tajam.
Stabilitas Beras dan Pergerakan Bawang
Harga Sembako Lainnya (Rata-rata Jawa Timur)
Data per 11-12 Februari 2026 menunjukkan stabilitas pada komoditas beras, namun fluktuasi pada bawang.
Beras Premium: Rp14.839 /kg
Beras Medium: Rp12.887 /kg
Daging Ayam Ras: Rp38.848 /kg
Bawang Merah: Rp37.500 – Rp44.000 /kg (Tergantung lokasi)
Bawang Putih: Rp32.000 /kg
Komoditas beras, baik premium maupun medium, tercatat relatif stabil. Harga beras premium berada di angka Rp14.839 per kilogram, sedangkan beras medium Rp12.887 per kilogram. Stabilitas ini menjadi kabar baik bagi konsumen mengingat beras merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat.
Di sisi lain, bawang merah menunjukkan rentang harga yang cukup lebar, yakni Rp37.500 hingga Rp44.000 per kilogram, tergantung lokasi pasar. Variasi tersebut menandakan adanya perbedaan suplai dan permintaan antarwilayah maupun jenis pasar. Bawang putih tercatat di angka Rp32.000 per kilogram.
Untuk protein hewani, harga daging ayam ras berada di kisaran Rp38.848 per kilogram. Angka ini menjadi indikator penting karena daging ayam merupakan salah satu sumber protein paling banyak dikonsumsi masyarakat.
Faktor Lokasi dan Ketersediaan Stok
Perbedaan harga antarwilayah tidak terlepas dari karakteristik pasar. Pasar tradisional dan ritel modern sering kali memiliki struktur harga berbeda, dipengaruhi oleh rantai distribusi, biaya operasional, hingga strategi penetapan margin.
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada lokasi pasar (tradisional vs ritel modern) dan ketersediaan stok di masing-masing wilayah
Ketersediaan stok menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas harga. Ketika pasokan lancar dan distribusi tidak terhambat, harga cenderung terkendali. Sebaliknya, gangguan cuaca, kendala transportasi, atau lonjakan permintaan dapat memicu kenaikan harga secara cepat, terutama pada komoditas segar seperti cabai dan bawang.
Dinamika Harga dan Antisipasi Konsumen
Kondisi harga pada 12 Februari 2026 memperlihatkan kombinasi antara stabilitas dan fluktuasi. Beras sebagai komoditas utama relatif terjaga, sementara cabai rawit merah masih berada pada level tinggi. Bawang merah menunjukkan variasi harga yang cukup lebar, mencerminkan dinamika pasar di tingkat lokal.
Bagi konsumen, pemantauan harga secara berkala menjadi langkah penting untuk mengatur belanja rumah tangga. Perbandingan harga antar pasar serta penyesuaian jenis komoditas dapat menjadi strategi untuk menjaga pengeluaran tetap efisien.
Secara umum, perkembangan harga hari ini menggambarkan situasi yang masih terkendali, meskipun beberapa komoditas hortikultura mengalami tekanan. Dengan memperhatikan faktor lokasi dan ketersediaan stok, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi dinamika harga pangan yang terus bergerak mengikuti kondisi pasar.