JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Men-PPPA), Arifah Fauzi, menyatakan bahwa bencana alam yang baru-baru ini melanda Provinsi Sumatera harus dijadikan momentum untuk refleksi bersama tentang pentingnya menjaga alam dan lingkungan.
Menurutnya, bencana yang terjadi tidak hanya menggugah kesadaran, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya memperbaiki hubungan antara manusia dan alam.
“Bencana alam menjadi momentum refleksi bersama untuk menjaga lingkungan dan memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Kita diingatkan untuk menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memulai dari diri sendiri,” ungkap Menteri Arifah Fauzi.
Menteri Arifah bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, baru-baru ini menghadiri doa bersama untuk korban bencana alam yang melanda Sumatera. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap saudara-saudara di daerah terdampak bencana.
Kegiatan doa bersama tersebut bukan hanya sebagai bentuk solidaritas, tetapi juga wadah untuk saling mengingatkan satu sama lain. “Ini adalah momen penting untuk saling mengingatkan dan memperkuat kepedulian bersama. Mari kita doakan para korban bencana alam di Sumatera agar diberikan kekuatan dan ketabahan, serta bagi yang wafat semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambah Menteri Arifah.
Selain itu, Arifah juga menekankan bahwa pesantren memiliki kontribusi yang besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman. Pendidikan di pesantren, lanjutnya, mengajarkan nilai-nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, hidup sederhana, dan saling menghargai.
“Pesantren mengajarkan lebih dari sekadar ilmu pengetahuan. Di pesantren, santri belajar untuk mengasah karakter dan nilai-nilai moral yang menjadi bekal hidup yang berharga,” ungkap Arifah. Dalam pesannya kepada para santri, ia juga menegaskan bahwa mereka adalah masa depan bangsa yang memiliki kelebihan karena dilatih dengan nilai-nilai agama yang kuat.
Pesantren Sunan Pandanaran, yang berdiri sejak tahun 1975, merupakan salah satu pesantren besar di Yogyakarta dengan fokus pada pendidikan keagamaan, penghafalan Al-Qur’an, serta pembentukan karakter santri yang berakhlak mulia. Selain itu, pesantren ini juga aktif dalam kegiatan sosial dan memperkuat moderasi beragama, sehingga menjadi salah satu pusat pembinaan generasi muda yang berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Manfaatkan sebaik-baiknya proses ketika kalian berada di pesantren. Percayalah, manfaatnya akan terasa ketika kalian sudah lulus. Santri adalah masa depan bangsa yang memiliki kelebihan, karena nilai-nilai agamanya. Tetap semangat, karena kalian adalah masa depan bangsa. Santri punya kelebihan karena nilai-nilai agamanya,” pesan Menteri Arifah kepada para santri di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.
Pondok Pesantren Sunan Pandanaran telah lama menjadi tempat yang berperan aktif dalam membentuk karakter santri dan memperkuat pemahaman moderasi beragama. Integrasi pendidikan diniyah dan formal yang dijalankan di pesantren ini bertujuan untuk menghasilkan generasi yang berilmu, berbudi pekerti luhur, serta berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
Menteri Arifah juga mengingatkan bahwa bencana alam yang melanda Sumatera memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga alam dan meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem. “Kita harus mulai memperbaiki hubungan kita dengan alam, dan langkah pertama adalah dengan menjaga lingkungan sekitar kita,” tambahnya.
Selain memberikan perhatian pada dampak bencana, Kementerian PPPA juga berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar perempuan dan anak-anak di daerah terdampak, seperti yang diungkapkan Menteri Arifah dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Sejumlah inisiatif telah dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan perawatan kesehatan dapat terpenuhi, terutama untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.
Dengan semangat kebersamaan dan rasa solidaritas yang tinggi, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam upaya pemulihan pascabencana, sekaligus menjaga alam agar bencana serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. Kementerian PPPA berkomitmen untuk terus mendukung dan memperkuat upaya tersebut melalui berbagai program dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan perempuan dan anak di seluruh Indonesia.
Dengan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan seperti pesantren, diharapkan kita dapat menciptakan Indonesia yang lebih aman, nyaman, dan peduli terhadap sesama, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.