SBN Ritel

Pemerintah Targetkan Rp25 Triliun dari ORI029 sebagai Pembuka SBN Ritel

Pemerintah Targetkan Rp25 Triliun dari ORI029 sebagai Pembuka SBN Ritel
Pemerintah Targetkan Rp25 Triliun dari ORI029 sebagai Pembuka SBN Ritel

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap instrumen investasi aman kembali diuji di awal tahun 2026. 

Pemerintah resmi membuka penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 sebagai produk pembuka Surat Berharga Negara (SBN) ritel tahun ini. Instrumen ini dirancang untuk menjangkau investor individu sekaligus memperkuat pembiayaan negara melalui partisipasi publik yang lebih luas.

ORI029 ditawarkan dengan target indikatif awal senilai Rp25 triliun. Pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat tren minat masyarakat terhadap SBN ritel terus menunjukkan pertumbuhan, terutama di tengah kebutuhan investasi yang stabil dan berisiko rendah.

ORI seri ini hadir dengan dua pilihan tenor yang memberi fleksibilitas bagi investor dalam menyesuaikan strategi keuangan mereka, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang.

Dua Pilihan Tenor dengan Kupon Tetap

ORI029 ditawarkan dalam dua tenor, yakni tenor 3 tahun dengan kode ORI029T3 dan tenor 6 tahun dengan kode ORI029T6. Kedua seri ini sama-sama menawarkan kupon bersifat tetap atau fixed rate, sehingga investor dapat memperoleh kepastian imbal hasil sepanjang masa investasi.

Untuk ORI029T3, pemerintah menetapkan tingkat kupon sebesar 5,45 persen per tahun. Sementara itu, ORI029T6 menawarkan kupon lebih tinggi, yakni sebesar 5,80 persen per tahun. Perbedaan kupon ini mencerminkan karakteristik tenor, di mana investasi jangka lebih panjang memberikan imbal hasil yang lebih besar.

Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menjelaskan bahwa penyediaan dua tenor dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan bagi investor dalam menentukan pilihan.

"Kami menawarkan 2 tenor sekaligus, sehingga investor yang ingin beli tenor lebih panjang dengan kupon lebih tinggi, silakan. Atau mau tenor pendek, silakan juga," kata Novi.

Jadwal Penawaran hingga Setelmen ORI029

Masa penawaran ORI029 resmi dibuka pada 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB dan akan berlangsung hingga 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Setelah masa penawaran berakhir, penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 23 Februari 2026.

Selanjutnya, tanggal setelmen atau penyelesaian transaksi ditetapkan pada 25 Februari 2026. Jadwal ini menjadi acuan penting bagi investor untuk mempersiapkan dana serta memastikan proses pembelian berjalan lancar.

Terkait jatuh tempo, ORI029T3 akan berakhir pada 15 Februari 2029, sedangkan ORI029T6 memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 Februari 2032. Adapun pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 setiap bulan, dengan pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 15 April 2026.

Ketentuan Pembelian dan Holding Period

ORI029 dapat dibeli dengan nilai minimal Rp1 juta untuk kedua tenor, sehingga relatif terjangkau bagi investor pemula. Sementara itu, pemerintah menetapkan batas maksimal pembelian sebesar Rp5 miliar untuk ORI029T3 dan Rp10 miliar untuk ORI029T6.

Menurut Novi, pembatasan tersebut dilakukan untuk mendorong pemerataan kepemilikan SBN ritel di kalangan investor individu.

"Kami batasi maksimumnya agar investor individu yang mau belajar bisa membeli Surat Berharga Negara (SBN) ritel ini," jelasnya.

ORI029 juga memiliki masa holding period selama satu kali pembayaran kupon. Artinya, SBN ritel ini baru dapat diperdagangkan kembali di pasar sekunder mulai 16 April 2026. Ketentuan ini bertujuan menjaga stabilitas pasar sekaligus mendorong investor untuk berinvestasi sesuai tujuan jangka menengah dan panjang.

Proses Pembelian dan Peran Mitra Distribusi

Proses pemesanan pembelian ORI029T3 dan ORI029T6 dilakukan secara daring melalui sistem elektronik. Terdapat empat tahap utama dalam proses tersebut, yaitu registrasi atau pendaftaran, pemesanan, pembayaran, serta setelmen atau konfirmasi kepemilikan.

Pemesanan disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi yang telah terhubung dengan sistem e-SBN. Pemerintah menetapkan total 28 mitra distribusi yang melayani pembelian ORI029 secara langsung.

Mitra distribusi tersebut terdiri atas 18 bank umum, 6 perusahaan efek, serta 4 perusahaan teknologi finansial atau fintech yang berstatus sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD). Dengan jaringan mitra yang luas, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap ORI029 semakin mudah dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui penerbitan ORI029, pemerintah tidak hanya membuka peluang investasi yang aman dan kompetitif bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat peran publik dalam pembiayaan pembangunan nasional. Keikutsertaan investor ritel menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan fiskal sekaligus mendorong literasi keuangan di Tanah Air.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index